Kader DPC PDIP Sukoharjo Laporkan Sebuah Akun Facebook ke Polisi

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kader DPC PDIP Sukoharjo mendatangi Mapolres Sukoharjo untuk mengadukan sebuah akun media sosial (medsos) menggunakan nama Bambang Wahyudi. Laporan dilakukan karena diduga akun tersebut menyebarkan ujaran kebencian dengan informasi tidak benar dan menyudutkan partai.

Rombongan dari DPC PDIP Sukoharjo mendatangi Mapolres Sukoharjo sekitar pukul 10.30, Rabu (13/9/2017). Pimpinan rombongan yakni Bendahara DPC PDIP Sukoharjo Nurjayanto bersama empat orang Ketua PAC, mereka yakni Ketua PAC Sukoharjo Slagen Abu Gorda, Ketua PAC Polokarto Idris Sarjono, Ketua PAC Grogol Sukardi Budi Martono dan Ketua PAC Kartasura Parwanto Mulyo Saputro.

Bendahara DPC PDIP Sukoharjo Nurjayanto mengatakan, akun facebook dengan nama Bambang Wahyudi kami laporkan ke Polres Sukoharjo karena mengandung unsur ujaran kebencian pada 30 Agustus lalu.  Ujaran kebencian tersebut terkait program rekrutmen pendamping dana desa. Isinya yakni PDIP menginstruksikan kadernya untuk mengikuti seleksi pendamping.

“Komentar yang disampaikan pada akun facebook Bambang Wahyudi justru mengandung ujaran kebencian. Itu yang kami laporkan ke polisi,” ujarnya.

Bukti ujaran kebencian sudah disampaikan kader DPC PDIP Sukoharjo ke Polres Sukoharjo.
Bukti tersebut berupa capture yang diunggah akun facebook Bambang Wahyudi. Isinya yakni, Untuk Kader Partai Dari Pengurus Ranting Hingga PAC, Monggo Ada Lowongan Pendamping Dana Desa… ini proyeknya lumayan lho… apalagi tanpa pengawasan… ayoo yang masih nganggur… untuk pengkaderan koruptor… disini tempatnya… ada semen ada pasir, batu, aspal, alat berat… cepat daftar… Mohon Maaf Kader Partai Lain Tidak Akan Diterima… Ramaikaaan.

Dalam unggahan akun facebook Bambang Wahyudi juga terdapat lampiran surat edaran dari DPP PDIP yang mengintruksikan agar kader di tingkat ranting dan PAC untuk ikut berpartisipasi. “DPC PDIP Sukoharjo meminta kepada Polres Sukoharjo untuk melakukan proses hukum karena akun facebook tersebut meresahkan,” lanjutnya.

Kanit II Satreskrim Polres Sukoharjo Ipda Puryono saat menerima rombongan dari DPC PDIP Sukoharjo mengatakan, menerima laporan pengaduan tersebut. Pihaknya meminta kepada pelapor untuk membuat laporan resmi tertulis dan tidak sekedar lisan saja.

“Sesuai aturan memang mekanismenya harus ada laporan aduan tertulis. Baru kami bisa bertindak,” ujarnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI