Kampanye Melalui Medsos Harus Kedepankan Etika

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Tim kampanye serta masyarakat pendukung pasangan calon peserta Pilgub Jateng 2018 diimbau untuk mengikuti aturan kampanye yang berlaku serta mengedepankan kampanye yang beretika serta berkonten positif. Hal tersebut dikatakan Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi disela kegiatan bimbingan teknis kehumasan Polres Boyolali, Selasa (06/03/2018).

"Jadi selain meningkatkan keterampilan kepada anggota, kita juga sosialisasikan kepada timses dan masyarakat untuk melakukan kampanye yang positif, terutama kampanye melalui medsos," terang Kapolres.

Pola kampanye melalui sarana medsos, sambung Kapolres, menjadi salah satu perhatian khusus. Sebab menilik kondisi saat ini, sarana komunikasi berbasis internet tersebut menjadi salah satu sumber penyebaran informasi palsu atau hoaks serta kampanye negatif.

Pengungkapan dan penindakan kasus yang dilakukan Direktorat Siber Polri terhadap perilaku negatif di medsos serta sindikat penyebar hoaks, semisal Saracen atau MCA baru-baru ini, setidaknya dijadikan pelajaran kepada masyarakat bahwa kepolisian serius menangani masalah kampanye negatif melalui medsos. Begitupun Polres Boyolali, berbagai informasi serta wacana yang berkembang di medsos di Boyolali terus dipantau dalam rangka menjaga kondusifitas ketertiban keamanan selama masa Pilgub.

Agar pelaksanaan pilgub berjalan lancar dan demokratis, Kapolres mengajak timses ataupun masyarakat mengedepankan etika dalam kampanye ataupun bentuk ekspresi pada paslon yang didukungnya. "Kalau kampanye mestinya berkonten yang positif dalam rangka mengajak masyarakat untuk memilih paslon pilihannya," ujarnya. (Gal)

BERITA REKOMENDASI