Kampanye Pilkada Terbatas, Pasangan Calon Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Aturan ketat berkaitan dengan pelaksanaan kampanye Pilkada 2020 diterapkan ditengah pandemi virus corona. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo melarang kerumunan massa dan mengganti dalam bentuk virtual online. Selama kegiatan pasangan calon bupati dan wakil bupati juga wajib menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona.

Pada Pilkada 2020 yang digelar 9 Desember mendatang di Sukoharjo akan diikuti dua pasangan calon bupati dan wakil bupati. Keduanya yakni pasangan Etik Suryani – Agus Santosa (EA) dengan nomor urut 1 dan Joko Santosa – Wiwaha Aji Santoso (Joswi) nomor urut 2.

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda, Sabtu (03/10/2020) mengatakan aturan berkaitan dengan pelaksanaan kampanye Pilkada 2020 sesuai dengan PKPU Nomor 13 Tahun 2020. Dalam aturan tersebut salah satunya berisi ketegasan larangan kerumunan massa. Hal itu dilakukan demi usaha pencegahan penyebaran virus corona.

Sesuai Pasal 88C dijelaskan, kampanye yang dilarang antara lain kegiatan kebuadayaan berupa pentas seni, panan raya, dan atau konser musik, rapat umum. Selain itu larangan juga berlaku untuk kegiatan olah raga gerak jalan santai dan atau sepeda santai, kegiatan sosial berupa bazaar dan atau donor darah, perlombaan serta peringatan hari ulang tahun partai politik.

Pasangan calon bupati dan wakil bupati mendapatkan pembatasan ruang gerak selama kampanye menyesuaikan kondisi pandemi virus corona. Pertemuan yang bisa menimbulkan kerumunan massa dapat diganti dengan menggunakan cara virtual atau online.

“Ada sejumlah kampanye yang dilarang selama masa pandemi virus corona seperti sekarang. Aturan ketat itu harus dipatuhi oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati,” ujarnya.

KPU Sukoharjo sesuai aturan berlaku masih memberikan kesempatan pada pasangan calon bupati dan wakil bupati menggelar pertemuan tatap muka terbatas. Peserta kegiatan tersebut dibatasi maksimal hanya 50 orang saja. Batasan jumlah orang disesuaikan dengan ketentuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo.

Pelaksanana pertemuan tatap muka terbatas ini nantinya juga akan mendapat pengawasan secara ketat. Hal ini dilakukan demi melihat kepatuhan pasangan calon bupati dan wakil bupati dalam mengikuti aturan sekaligus usaha pencegahan penyebaran virus corona. (Mam)

BERITA REKOMENDASI