Kasus Chikungunya di Gayam Meluas, Pemkab Sukoharjo Turun Tangan

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk menekan penderita chikungunya di Mojo RT 3 RW 8 Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo Kota akan dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo. Cara tersebut dianggap efektif dibanding fogging atau pengasapan. Sebab Angka Bebas Jentik (ABJ) sangat rendah hanya 50 persen padahal idealnya diatas 95 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Sukoharjo Bejo Raharjo, Senin (20/2/2017) mengatakan, sudah ada laporan masuk mengenai adanya penderita chikungunya di wilayah Mojo, Gayam, Sukoharjo Kota. DKK Sukoharjo sudah menerjunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan dan pengecekan kondisi rumah dan lingkungan sekitar penderita chikungunya.  

Hasilnya diketahui banyak jentik nyamuk berkembangbiak disekitar rumah warga. Hal tersebut terjadi karena banyaknya genangan air hujan seperti di ban bekas atau ember.

DKK Sukoharjo akan menangani kasus chikungunya di Mojo, Gayam, Sukoharjo dengan menggalakan PSN. Masyarakat diajak untuk menjaga lingkungan bersih salah satunya yakni dengan membuang genangan air agar tidak dipakai sebagai tempat berkembangbiak nyamuk.
Petugas juga memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk tidak bergantung meminta fogging saat terjadi serangan chikungunya. Sebab sumber serangan penyakit harus diberantas dimulai dari jentik nyamuk.

“Kasus chikungunya di Mojo, Gayam, Sukoharjo terjadi kurang sadarnya warga menjaga kebersihan lingkungan setelah banyak ditemukan jentik nyamuk. Jadi penanganannya akan digalakan PSN memberantas sumber penyakit yakni jentik nyamuk. Kalau fogging tidak maksimal karena hanya mematikan nyamuk dewasa saja,” ujar Bejo Raharjo.

Pemantauan terus dilakukan petugas DKK Sukoharjo baik terhadap warga penderita chikungnya maupun kondisi lingkungan setelah digalakan PSN. Sasarannya yakni melihat perkembangan ABJ apakah akan mengalami peningkatan atau tidak.

“Harapannya ABJ bisa naik diatas 95 persen sekarang hanya 50 persen saja,” lanjutnya.

Lurah Gayam Kecamatan Sukoharjo Kota Havid Danang mengatakan di wilayahnya ada 11 warga penderita chikungunya. Mereka sudah mendapatkan penanganan dari petugas medis. Penyebab utama serangan karena memang rendahnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan setelah ditemukan genangan air dan banyak jentik nyamuk. (Mam)

BERITA REKOMENDASI