Kasus Corona Meroket, Harga Ayam di Boyolali Anjlok

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Semenjak merebaknya Covid-19 di Indonesia,peternak skala rakyat terancam kolaps menyusul anjloknya komodits ayam di tingkat peternak. Para peternak ayam pedaging di Boyolali terancam gulung tikar. Ini terjadi karena dampak pandemi Covid-19 berkepanjangan yang mengakibatkan turunnya angka penjualan.

Seperti dikemukakan Dwi Purnomo (44) salah satu peternak ayam pedaging asal Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dia mengaku, harga jual ayam kini turun drastis dibandingkan sebelum masa Covid-19. “Dulu harga jual ayam dari kandang masih normal Rp 18.000/kg ayam hidup,” kata Dwi Purnomo, Senin (21/9/2020).

Namun, kini harga ayam hidup di tingkat peternak hanya berkisar Rp 13.000 – Rp 14.000/kg. Padahal, biaya produksi masih tetap besar seperti biaya pakan, listrik, air hingga biaya tenaga kerja. Anjloknya harga ayam hasil panen lanjut dia, disebabkan menurunnya jumlah permintaan konsumen. Kondisi ini secara umum diakibatkan pandemi Covid-19 yang menyebabkan menurunnya harga beli masyarakat.

“Belum lagi adanya ketentuan pembatasan orang punya hajat sehingga permintaan daging ayam menurun,” terangnya.

Diakui, saat ini peternak ayam terdiri dua kelompok. Yaitu, kelompok peternak mandiri dan kelompok kemitraan. Kelompok mandiri dimana seluruh modal dari dirinya sendiri. Nantinya, hasil panen dijual ke pasar atau broker sesuai harga pasaran.

BERITA REKOMENDASI