Kasus Pembunuhan di Duwet, Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Mati

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Perbuatan sadis dilakukan pelaku HT (41) terhadap satu keluarga di Dukuh Slemben RT 1 RW 5, Desa Duwet, Kecamatan Baki membuat keluarga korban trauma. Karena itu pihak keluarga korban meminta pada polisi untuk memberikan sanksi berat pada pelaku dengan hukuman mati.

Penasehat hukum keluarga korban pembunuhan satu keluarga warga Dukuh Slemben RT 1 RW 5, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Christiansen Aditya, Senin (24/08/2020), mengatakan, kondisi keluarga korban masih syok dan trauma atas kejadian yang menimpa anggota keluarganya menjadi korban pembunuhan sadis dilakukan pelaku HT. Pihak keluarga meminta agar pelaku mendapat sanksi berat berupa hukuman mati.

Pihak penasehat hukum sudah memberikan pendampingan pada keluarga korban saat dimintai keterangan di Mapolsek Baki. Pada kesempatan tersebut keluarga korban meminta pada polisi untuk menjerat pelaku HT dengan pasal berlapis.

“Keluarga sangat berharap nantinya putusan majelis hakim dapat mencerminkan rasa keadilan bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Pihak keluarga meminta pelaku HT dihukum berat berupa hukuman mati,” ujarnya.

Christiansen Aditya, menambahkan pihaknya sudah meminta polisi untuk menjerat pelaku HT dengan pasal pembunuhan berencana. Pelaku sudah kenal dan mengetahui kondisi keluarga dan rumah korban, hal itu diperkuat dari keterangan dan bukti dilokasi kejadian.

“Indikasi sementara memang pelaku ingin menguasai harta korban karena masalah hutang. Tapi pelaku sudah kenal korban dan paham kondisi rumah. Karena ini pelaku bisa saja merencanakan pembunuhan lebih dulu,” lanjutnya.

Kepala Desa Duwet, Kecamatan Baki, Suparno, Sabtu (22/08/2020) mengatakan, kronologis kejadian bermula saat warga curiga ada bau busuk menyengat berasal dari rumah korban. Warga awalnya tidak berani mendekat karena kondisi rumah dalam keadaan tertutup. Selain itu di rumah korban juga terdapat kolam ikan yang sempat dicurigai sebagai sumber bau.

Warga kemudian memberanikan diri mendekat pada Jumat (21/08/2020) petang atau usia Magrib untuk mencari sumber bau busuk menyengat tersebut. Saat masuk warga dibuat kaget setelah melihat pemilik rumah tergeletak di lantai dan banyak darah berceceran.

Melihat hal tersebut warga kemudian melaporkan kejadian ke pihak desa dan diteruskan ke Polsek Baki. Selang tidak lama polisi datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Kabar kejadian tersebut dengan cepat menyebar dan membuat warga penasaran sehingga datang ke lokasi.

“Pemilik rumah ini merupakan pengusaha rental mobil atas nama Suranto (35) dan isteri serta dua anaknya ditemukan meninggal,” ujarnya.

Suparno mengatakan, kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Tubuh korban saat ditemukan juga berada terpisah berdekatan di ruang tengah rumah.

“Informasi dari tetangga sekitar korban ini sudah lama tidak terlihat. Terakhir sekitar 18 Agustus lalu sebelum ditemukan sekarang,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI