Kasus Pencemaran PT RUM, MPL Minta Pendampingan Hukum

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Sukoharjo dan Indriati orang tua Kelvin satu dari tiga orang yang ditangkap polisi terkait dugaan pelaku perusakan PT Rayon Utama Makmur (RUM) mendatangi kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Rabu (7/3/2018). Mereka sengaja datang untuk meminta bantuan pendampingan hukum. Sebab sekarang tiga orang yang ditangkap sudah dilakukan proses hukum di Polda Jawa Tengah.

Pembina MPL Sukoharjo Bambang Wahyudi mengatakan, ada tiga orang ditangkap polisi dan diproses hukum di Polda Jawa Tengah. Satu orang diantaranya yakni Muhammad Hisbun Payu sudah mendapatkan pendampingan hukum oleh Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pendampingan dilakukan karena Muhammad Hisbun Payu merupakan mahasiswa UMS. Sedangkan dua orang lainnya yakni Kelvin dan Sutarno merupakan warga biasa dan belum mendapatkan pendampingan hukum.

MPL Sukoharjo melihat dalam kasus ini tiga orang yang ditangkap harus mendapatkan pendampingan hukum semua. Namun ternyata baru satu dan dua orang lainnya belum.

"Kami meminta bantuan pendampingan hukum pada warga yang ditangkap. Karena satu orang sudah maka dua orang lainnya juga harus sama. Keduanya kami minta dibantu pendampingan hukum dari BKBH UMS," ujar Bambang Wahyudi.

Bambang Wahyudi mengatakan sampai sekarang belum bisa menemui tiga orang yang ditangkap dan ditahan di Polda Jawa Tengah. Usaha sudah dilakukan dengan mendatangi Polda Jawa Tengah namun belum diizinkan oleh petugas.

"Kami terus berusaha bertemu khususnya dengan Kelvin dan Sutarno untuk koordinasi pendampingan hukum. Kabarnya keduanya sudah disediakan pengacara negara. Kami berharap ada surat kuasa pencabutan pengacara negara dialihkan pendampingan hukumnya ke LBH Semarang atau BKBH UMS," lanjutnya.

MPL Sukoharjo juga meminta pendampingan hukum kepada BKBH UMS untuk MPL Sukoharjo sendiri apabila menghadapi masalah hukum. Sebab MPL Sukoharjo sekarang masih mengamankan Surat Keputusan (SK) Bupati Sukoharjo terkait penghentian sementara operasional PT RUM.

Ketua PDM Sukoharjo Wiwoho Aji Santoso mengatakan, sudah menerima MPL Sukoharjo dan keluarga Kelvin serta rombongan. Dalam pertemuan juga menghadirkan BKHM UMS untuk ikut membantu pendampingan hukum.

Pada kesempatan tersebut Wiwoho mengatakan, menegakan hukum jangan melakukan pelanggaran hukum. Pendampingan hukum dilakukan secara personal dan bukan karena lembaga atau institusi.

"Secara lembaga PDM Sukoharjo akan berkomunikasi dengan BKBH UMS terkait permintaan MPL Sukoharjo soal pendampingan hukum," ujarnya.

Anggota BKBH UMS Marisa Kurnianingsih mengatakan, komunikasi dan koordinasi masih terus dilakukan BKBH UMS. Secara khusus pendampingan sudah dilakukan terhadap satu dari tiga orang yang ditangkap dan ditahan di Polda Jawa Tengah. Satu orang tersebut yakni Muhammad Hisbun Payu yang merupakan mahasiswa UMS. Sedangkan dua orang lainnya yang merupakan warga dikabarkan sudah ada pendampingan hukum dengan disediakan pengacara negara.

"Untuk dua orang warga harus ada pencabutan kuasa terhadap pengacara awal atau pendampingan hukum selanjutnya dilimpahkan ke BKBH UMS atau LBH Semarang," ujarnya.

Orang tua Kelvin, Indriati saat ke PDM Sukoharjo mengatakan, meminta bantuan BKBH UMS untuk pendampingan hukum ke Kelvin. Sebab sampai sekarang Kelvin belum mendapatkan pedampingan hukum.

"Saya minta anak saya Kelvin dibebaskan dan diberikan pendampingan hukum dari BKBH UMS," ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI