Kasus Siyono, TPK Ngadu ke Kapolri

KLATEN (KRjogja.com) – Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) Yogyakarta berencana mengadu ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait lambannya Polres Klaten dalam menangani kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya Siyono, warga Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten.

"Ke Mabes Polri, itu salah satu opsi kami setelah melihat bagaimana arah dari pengembangan itu (kasus kematian Siyono). Kebetulan hari Sabtu besuk kapolri datang, akan saya sampaikan untuk lebih serius (penanganannya),” ujar Koordinator TPK, Trisno Raharjo, saat jumpa awak media di Masjid Muniroh Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, Kamis (4/8/2016).

Dalam perkara ini, Trisno membeberkan, Siyono ditangkap pada 8 Maret 2016 oleh Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Masjid Muniroh Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten. Kemudian pada 10 Maret 2016, Siyono dipulangkan dalam keadaan tak bernyawa.

Dari kejadian itu, lanjut Trisno, selaku tim kuasa hukum keluarga Siyono telah melaporkan dugaan tindak pidana terkait kematian Siyono ke Polres Klaten pada 15 Mei 2016. Kepolisian sendiri sudah melakukan klarifikasi kepada sejumlah saksi. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut penyelesaiannya.

Kapolres Klaten AKBP Faizal mengatakan terkait kasus itu pihaknya masih melakukan klarifikasi kepada para saksi. “Masih interview (klarifikasi) ke saksi-saksi,” ujarnya dalam pesan singkat.(M-7)

BERITA REKOMENDASI