Kaya Ragam Seni Tradisi, Identitas Kesenian Boyolali Kurang Bergaung

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI (KRjogja.com) – ‎Upaya untuk memaksimalkan potensi kesenian tradisional di Boyolali terus digalakkan, diantaranya dengan menggelar Festival Tari Rakyat 2016 yang digelar di Alun-alun Boyolali, Rabu (23/11).

Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Boyolal‎i, Hartono, menjelaskan, desa-desa di Boyolali biasanya masih mempunyai kelompok kesenian seperti tari atau bentuk kesenian lain sehingga potensi tersebut mesti dipertahankan dan dikembangkan. ‎Upaya pembinaan pelestarian melalui festival yang kali ini dikuti 28 kelompok tari, baik umum maupun pelajar, dimaksudkan untuk mendorong kualitas artistik kelompok kesenian. Dengan festival ini, perkembangan estetis kelompok kesenian tersebut ‎juga bisa dipantau.

"Lewat festival ini, kami juga mencari bibit unggul serta menggali potensi kesenian untuk dikembangkan," terangnya.

Kasi Kesenian, Bahasa, dan Film Disbudpar Boyolali, Nanik Irawati menambahkan, saat ini setidaknya ada 100 kelompok tari tradisi di Boyolali yang sampai saat ini masih terus ‎berkarya. Selain sebagai bentuk nguri-uri tradisi, kelompok-kelompok kesenian tersebut‎ dinilainya sangat berperan dalam menjaga identitas kesenian dan budaya Boyolali.

‎Sarwoto (45), warga Cepogo mengatakan, kelompok-kelompok tari tradisi yang berkembang di desa-desa saat ini mesti terus diberdayakan. Sebab merekalah ujung tombak dalam pelestarian seni tradisi. Dengan keragaman berbagai bentuk kesenian yang dimiliki, sudah semestinya bentuk kesenian tradisi ini mestinya menjadi salah satu identitas kebudayaan Boyolali.

"Menurut saya, meskipun banyak seni tradisi yang tumbuh di Boyolali, namun ‎belum menjadi semacam identitas. Boyolali lebih dikenal produksi susu sapinya, namun tak banyak yang tahu tentang keseniannya," ucap Sarwoto. (R-11)

 

 

BERITA REKOMENDASI