KBM Tatap Muka Terbatas di Rumah Siswa

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sejumlah sekolah diketahui melakukan sistem pembelajaran offline tatap muka terbatas diluar sekolah dengan menggunakan tempat di rumah siswa.Namun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo meminta sekolah tidak memaksakan diri. Kalaupun sudah terlanjur maka protokol kesehatan wajib diterapkan secara ketat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno, Senin (10/8) mengatakan, kegiatan belajar mengajar (KBM) masih digelar di rumah menggunakan sistem online menyesuaikan dengan kondisi pandemi virus corona. Sekolah dilarang melaksanakan aktivitas belajar mengajar di dalam ruang kelas atau di lingkungan sekolah. Hal itu berdasarkan adanya Surat Edaran (SE) status kejadian luar biasa (KLB) virus corona sampai 31 Agustus mendatang.

Meski sudah ada larangan namun beberapa sekolah memilih menggelar pendidikan offline atau tatap muka demi mengejar materi pembelajaran ke siswa. Sistem pembelajaran diterapkan dengan menggunakan tempat diluar lingkungan sekolah. Belajar mengajar dilakukan dengan sistem kelompok di rumah salah satu siswa. Kegiatan dipimpin oleh guru sekolah dengan didampingi perwakilan orang tua siswa.

Terkait dengan hal itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo sudah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah. Kegiatan tersebut terpaksa dilakukan sekolah untuk memfasilitasi pembelajaran siswa sekaligus menghilangkan kejenuhan terus tinggal di rumah.

“Kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan di rumah menggunakan sistem online karena masih KLB virus corona. Memang ada beberapa sekolah terpaksa offline atau tatap muka terbatas secara kelompok di rumah siswa untuk mengejar materi pembelajaran. Kegiatan dilakukan hanya sekali dalam satu minggu saja dan sudah kami minta memperketat protokol kesehatan untui mencegah penyebaran virus corona,” ujarnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo meminta agar sekolah juga melakukan pengawasan ketat terkait pembelajaran tatap muka di rumah siswa. Hal itu dilakukan agar materi yang disampaikan bisa diterima siswa sekaligus tidak terjadi penularan virus corona.

“Pembelajaran online tetap masih berjalan sampai sekarang. Beberapa kendala memang ditemukan seperti gangguan sinyal dan keterbatasan alat berupa handphone oleh siswa,” lanjutnya.

Darno menambahkan, selama KLB virus corona Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo meminta pada sekolah dan orang tua murid bersabar. Sebab pandemi virus corona memaksa kegiatan belajar mengajar di sekolah terpaksa dihentikan sementara.

“KLB virus corona masih berlaku hingga 31 Agustus dan setelah itu kami masih menunggu kebijakan lanjutan baik dari Pemkab Sukoharjo maupun pemerintah pusat,” lanjutnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, kegiatan belajar mengajar siswa tetap dilaksanakan di rumah menggunakan sistem online dan tidak diperbolehkan menggelar tatap muka di sekolah. Pembelajaran tetap mengandalkakan teknologi untuk menghindari tatap muka sebagai usaha mencegah penyebaran virus corona. (Mam)

BERITA REKOMENDASI