Keberadaan Legislatif Kurang Kritis

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN (KRJOGJA.com) – Kondisi legislatif saat ini masih belum memiliki daya kritisi yang maksimal terhadap jalanya pemerintahan. Bahkan cenderung sebagai pendukung.

“Kritisi dari legislatif sangat landai, setelah Pemilu partai yang bukan pengusung akhirnya jadi pendukung, sehingga fungsi pengawasan jadi lemah,” kata Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar, Sunarto SE MM, Minggu (25/3).

Lebih lanjut Sunarto menjelaskan, jika ingin fungsi pengawasan berjalan dengan baik, maka peran fraksi harus dimaksimalkan. Diantaranya melalui pandangan umum fraksi, dan juga bekerjasama dengan media. Dengan demikain suara partai melalui kepanjangan tangan di fraksi akan bisa didengar oleh semua pihak.

Sunarto juga menyinggung tentang perlunya kualitas legislatif. Untuk menjadi anggota legislatif perlu memiliki

modal sosial yang cukup, punya peta politik, dan memiliki keyakinan.

“Kalau saya modal sosial 27 tahun sebagai marketing karena saya orang bank, saya juga pimpinan ormas Islam, dan saya juga punya keluarga besar, itu modal sosial saya, kita petakan dan kita kembangkan sekitar itu saja,” kata Sunarto yang kini sudah menjabat pada periode kedua.

Kendati saat ini pada posisi politik yang paling nyaman, karena telah memiliki cukup banyak modal sosial, pengalaman dua periode di DPRD, dan juga faktor pendukung lainya, Sunarto menyatakan tidak akan maju untuk periode ketiga.

Hal itu dengan alasan ia harus memberikan contoh regenerasi serta memberikan kesempatan pada kader Golkar lainya.

“Sebenarnya sekarang saya pada posisi posisi paling nyaman, tapi saya tak akan mencalonkan lagi. Ini model pembelajaran, saya seperti itu di partai juga di masyarakat. Kita harus meberi kesempatan yang lain,” tambah Sunarto.

Ia akan menularkan pengalamanya selama 10 tahun menjadi anggota legislatif dari partai Golkar. Sunarto saat ini menjabat sebagai Bendahara Parta Golkar, Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar, serta sebagai sekretaris Komisi I DPRD Klaten.

Ia akan memberikan edukasi pada masyarakat yang ingin menjadi calon legislative untuk menyiapkan diri dengan modal sosial yang cukup. Namun demikian,biaya politik tetap diperlukan, untuk sosialisasi. Menurut Sunarto tanpa modal sosial, nantinya anggota legislative tidak akan paham apa yang harus dikerjakan.

Pihaknya juga mengingatkan agar masyarakat juga tidak semata-mata memilih calon lagislatif, karena uangnya saja. (Sit)

 

BERITA REKOMENDASI