Kebutuhan Elpiji Selama Idul Adha Diperkirakan Meningkat

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Distribusi gas 3 kilogram dipantau disemua wilayah sebagai antisipasi terjadinya kelangkaan. Kondisi dibeberapa wilayah sudah ada keluhan dari masyarakat sulit mendapatkan barang. Hal itu terjadi dimungkinkan karena tingginya penggunaan, pemantauan akan semakin diintensifkan sebelum dan sesudah Idul Adha.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Senin (29/07/2019) mengatakan, kondisi sekarang di Sukoharjo baik stok dan harga gas 3 kilogram masih stabil. Meski begitu pemantauan di semua wilayah akan dilakukan sebagai bentuk antisipasi terjadinya kelangkaan.

Kalaupun ada keluhan kelangkaan di masyarakat terjadi karena faktor keterlambatan pengiriman barang saja. Elpiji akan kembali tersedia setelah kiriman dari tingkat agen ke pengecer datang.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo sendiri dalam menghadapi Idul Adha beberapa hari kedepan akan melakukan penambahan pasokan elpiji bersubsidi pada pemerintah. Pengajuan dilakukan selain antisipasi juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Setiap tahun baik sebelum dan sesudah Idul Fitri dan Idul Adha selalu mengajukan tambahan pasokan gas 3 kilogram ke pemerintah. Berapa yang disetujui itu kewenangan pusat,” ujarnya.

Kebutuhan gas 3 kilogram dijamin sepenuhnya baik sebelum dan sesudah Idul Adha. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo akan melibatkan Hiswana Migas dan agen melakukan pemantauan bersama.

“Dilihat dari stok aman dan akan dipantau terus khususnya berkaitan dengan distribusi dan penggunaan. Sebab bisa saja ada pelanggaran berkaitan dengan penggunaan oleh masyarakat mampu,” lanjutnya.

Sutarmo menegaskan, gas 3 kilogram sesuai aturan dari pemerintah hanya digunakan untuk masyarakat miskin saja. Sedangkan orang mampu menggunakan gas 5,5 kilogram atau 12 kilogram. Bentuk pelanggaran tersebut akan diminimalisir salah satunya melalui pengawasan bersama.

“Bisa saja sekarang kebutuhan gas 3 kilogram meningkat karena semakin tumbuhnya pelaku UMKM. Mereka juga masih berhak menggunakan elpiji tersebut,” lanjutnya.

Petugas gabungan Sukoharjo yang sebelumnya sempat melakukan pemantauan juga meminta ketegasan pemilik agen dan pangkalan. Mereka dilarang berbuat curang dalam sistem distribusi gas 3 kilogram. Termasuk juga berkaitan dengan harga jual harus memenuhi ketentuan dari pemerintah pusat.

Para pemilik agen dan pangkalan juga dilarang berbuat curang dengan menjual gas 3 kilogram pada pihak yang tidak berhak atau kalangan mampu. Apabila ditemukan praktek pelanggaran maka mereka jelas akan mendapatkan sanksi tegas baik teguran tertulis atau lisan sampai penghentian pengiriman barang atau pencabutan izin usaha. (Mam)

BERITA REKOMENDASI