Kecamatan Baki Tertinggi Kasus Kematian Corona

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kecamatan Baki menempati peringkat pertama kasus kematian tertinggi akibat virus corona sebesar 9,5 persen. Sedangkan Kecamatan Tawangsari tertinggi dalam kasus kesembuhan dengan angka 95,2 persen.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Rabu (4/11/2020), mengatakan, data per 2 November diketahui ada sebanyak 59 kasus meninggal dunia dan 852 kasus sembuh virus corona. Angka tersebut kemungkinan masih bisa berubah mengingat beberapa kasus masih dalam pemantauan.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui angka kematian tertinggi ditempati Kecamatan Baki 9,5 persen, disusul Kecamatan Nguter 8,5 persen, Kecamatan Polokarto 7,3 persen, dan Kecamatan Gatak 6,4 persen. Kasus kematian tersebut tersebar di 10 dari total 12 kecamatan di Sukoharjo.

Rincian kasus kematian tersebut, Kecamatan Kartasura 12 kasus, Grogol 11 kasus, Sukoharjo delapan kasus, Baki tujuh kasus, Nguter lima kasus, Bendosari, Polokarto dan Mojolaban masing-masing empat kasus, Gatak tiga kasus, dan Kecamatan Bulu satu kasus.

Seluruh kasus kematian virus corona tersebut sudah mendapat penanganan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Seperti dilakukan dalam proses pemakaman jenazah dilakukan sesuai protokol kesehatan.

“Kasus kematian tertinggi berada di Kecamatan Baki. Kasus kematian virus corona ini juga disertai penyakit penyerta diderita pasien,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI