Kehamilan di Luar Nikah Picu Tingginya Pernikahan Dini

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Kehamilan di luar nikah menjadi salah satu faktor tingginya pernikahan dini. Tercatat per September kemarin, Pengadilan Agama (PA) Boyolali mengabulkan 59 Dispensasi Nikah untuk pernikahan pernikahan di bawah umur.

Ketua PA Boyolali, Syamsul Aziz menerangkan, jumlah pernikahan dini tahun ini hanya turun sedikit saja dibanding tahun lalu dalam periode yang sama, dimana PA Boyolali memutus sebanyak 63 pengajuan untuk pernikahan dini. Merujuk pada UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, pernikahan sebenarnya hanya boleh dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang dinyatakan sudah cukup umur, yakni usia minimal 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk perempuan.

Namun UU tersebut juga memperbolehkan pasangan di bawah umur untuk mengajukan dispensasi pernikahan. Biasanya permohonan nikah dikabulkan jika ada kasus tertentu, semisal hamil di luar nikah.

Fenomena hamil di luar nikah tersebut, menurut Aziz, sedikit banyak disebabkan anak-anak yang sudah mampu mengakses informasi negatif, misalnya melalui perangkat handphone. "Semestinya informasi-informasi negatif tersebut belum sepatutnya diakses anak-anak," katanya beberapa waktu lalu.

Selain faktor teknologi, kontrol yang lemah dari orang tua terhadap pergaulan anaknya juga turut memicu kasus kehamilan di luar nikah yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas Pengendalian penduduk, yakni Keluarga Berencana dan Anak  (DPPKAB) Boyolali, Dinuk Prabandini, menambahkan, sebagai upaya preventif mencegah pernikahan di bawah umur, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi, terutama kepada orang tua untuk membekali mereka untuk mendidik dan mengontrol pergaulan anaknya.

"Kami terus menjalin komitmen dan kerja sam dengan Pemerintah Desa agar hak-hak anak dan perlindungan kepada anak dapat terpenuhi," jelasnya.

Pendekatan juga dilakukan ke sekolah-sekolah untuk mendorong pihak sekolah mengaplikasikan lingkungan yang ramah anak serta memberi sosialisasi pada siswa tentang bahaya pergaulan yang kebablasan. (Gal)

 

BERITA REKOMENDASI