Kejaksaan Soroti Pelaksaan Dana Desa

Editor: Ivan Aditya

KLATEN (KRjogja.com) – Kejaksaan Negeri Klaten serius menyoroti pelaksanaan anggaran dana desa. Kendati untuk tahun 2016 belum ditemukan adanya penyimpangan yang signifikan, tahun 2017 mendatang pihak Kejaksanaan akan menetapkan sebanyak 26 desa binaan.

Kepala Kejaksaan Negeri Klaten Zuhandi, usai kegiatan hari anti korupsi international Jumat (09/12/2016) mengemukakan, sehubungan hal itu juga telah dilakukan penilaian pembinaan pembanguann desa tahun 2016. Sebagai juara pertama sekaligus juara umum adalah Desa Jaten Kecamatan Juwiring, disusul Desa Tlobong Kecamatan Delanggu dan Desa Glodogan Kecamatan Klaten Selatan.

Menurut Kajari, hal itu sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan pendampingan bekaitan dengan dana desa. Lomba pembinaan pembangunan desa tersebut terkait pertanggungjawaban administrasi untuk desa-desa yang melaksanakan dana desa.

“Pada prinsipnya secara umum sudah baik, berkaitan dengan lomba desa ini baru pertama kali. Nanti akan dilakukan perbaikan-perbaikan. Ke depan model pendampingan dalam rangka dana desa juga ada perubahan,” kata Kajari Zuhandi.

Direncanakan pada tanggal 21 Desember mendatang akan dilakukan launcing 26 desa binaan kejaksaan. Kejaksaan akan mengawal desa-desa tersebut sejak awal tahun. Yakni  dari proses perencanaan, musrawarah desa sampai pertnggungjawaban.

“Kami soroti semua pelaksnaaan kegiatan pelaksanaan dana desa. Penyimpangan belum ditemukan untuk tahun 2016. Kekurangan dalam laporan pertanggungjawaban, atau program yang belums sesuai dengan peraturan,” tambah Kajari.

Menurut Kajari, Kejaksaan bersama pemerintah daerah akan melakukan pendampingan intensif terhadap 26 desa binaan. Namun demikain tidak berarti 375 desa lainya tidak diberikan pendampingan. Untuk desa yang tidak masuk desa binaan tetap akan diberikan pembinaan dengan model pembinaan berkala. (Sit)

BERITA REKOMENDASI