Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Rp 1 Miliar di DPU Klaten

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Kejaksaan Negeri Klaten telah memeriksa lebih dari 300 saksi atas dugaan korupsi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Klaten yang diduga menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 1 miliar. Kasus dugaan korupsi di DPU tersebut terkait pengutipan 10 persen hingga 15 persen untuk paket pengadaan langsung proyek proyek tahun anggaran 2015.

“Kami sudah memeriksa 300 saksi lebih, dari rekanan maupun pejabat pengadaan, bendahara dan PPK, serta ahli dari LKBP dan ahli dari akademisi. Untuk penetapan tersangka belum, karena masih banyak barang bukti dokumen yang harus kami kumpulkan dari sekitar 300 kegiatan. Jadi dokumen cukup banyak. Kerugian diatas Rp 1 miliar,” jelas Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Klaten, Bondan Subroto disela peringatan Hari Anti Korupsi Internasional Senin (10/12/2018).

Selain itu Kejaksaan Negeri Klaten juga menangani kasus-kasus korupsi yang baru. Sebagian besar adalah korupsi dana desa, antara lain korupsi dana desa di Desa Glagahwangi dengan tersangka Kades Wur. Adapun kerugian yang ditimbulkan sebesar Rp 150 juta.

Pengelolaan dana Desa Sedayu, dengan tersangka Kades Sug dan pengelola kegiatan yang juga selaku kadus, NY. Kedua tersangka adalah  ibu dan anak kandung.

Penyelewengan ADD dan DD Desa Jotangan tahun anggaran 2017 sebesar Rp 406 juta, dengan tersangka Sri, saat ini yang bersangkutan telah ditahan. Kasus tersebut akan segera disidangkan pada akhir tahun ini atau awal tahun 2019, karena penyusunan berkas sudah selesai 95 persen.

“Yang sudah dieksekusi 4 orang, Kades Glagahwangi, mengembalikan seluruh kerugian negara pada tahap penyidikan. Kades Barukan, ditahap penuntutan juga mengembalikan  seluruh kerugian dan denda juga sudah dibayar. Bendahara Desa Barukan juga sudah mengembalikan seluruh kerugian dan membayar denda. Satu lagi perkara lama penuntutan tahun 2017 yang dieksekusi tahun 2018, atas nama Rony Purwoko dan kawan-kawan atas kasus BKK,” jelas Bondan.

Pada kegaitan tersebut, Kajari Klaten beserta jajaran kampanye langsung dengan membagi-bagikan kaos dan stiker bertuliskan pesan-pesan anti korupsi kepada para pengguna jalan yang melewati ruas Jalan Pemuda Klaten. Kajari berharap dengan kampaye tersebut, masyarakat akan semakin sadar untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi dan juga berani untuk melaporkan apabila mengetahui adanya perbuatan korupsi di lingkunganya. (Sit)

BERITA REKOMENDASI