Kejari Jalin Kerjasama Dengan PLN UP3 Sukoharjo

SUKOHARJO, KRjogja.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo kembali melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukoharjo. Kerjasama tersebut melanjutkan kembali setelah sebelumnya sempat terjalin pada tahun 2017 lalu. 

Kepala Kejari Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono, Senin (16/12) mengatakan, Kejari Sukoharjo pernah melakukan kerjasama dengan PLN UP3 Sukoharjo pada 2017 lalu. Namun setelah itu kerjasama belum dilanjutkan dan baru terlaksana di tahun 2019 ini. Karena itu kerjasama yang dilakukan sekarang sudah tidak asing lagi sebab masing masing pihak sudah saling mengetahui fungsi dan perannya. 

Meski kerjasama sempat berakhir pada 2017 lalu namun Kejari Sukoharjo terus berkomunikasi dengan PLN UP3 Sukoharjo. Hal itu dibuktikan dengan legal opinion soal tanah dan bangunan di bawah saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet). Hal itu muncul pada tahun 2018 sebagai bukti Kejari Sukoharjo tetap menjalin kerjasama meski tanpa penandatanganan resmi. 

“Sejak 2017 dan 2018 belum ada penandatanganan resmi lagi itu sebenarnya cuma masalah waktu saja. Sebab baik Kejari Sukoharjo dan PLN UP3 Sukoharjo pada saat itu belum menemukan waktu yang pas dan sekarang di tahun 2019 sepertinya tepat dan dilakukan penandatanganan kerjasama lagi,” ujarnya. 

Kejari Sukoharjo siap membantu PLN UP3 Sukoharjo dalam penanganan masalah yang menimpa. Salah satunya diwujudkan Kejari Sukoharjo dengan menyediakan pengacara negara. 

Penawaran tidak kalah mengiurkan diberikan Kejari Sukoharjo kepada PLN UP3 Sukoharjo. Apabila dibutuhkan maka Kejari Sukoharjo siap membantu melakukan penagihan tunggakan pembayaran listrik pelanggan. Hal itu dilakukan mengingat ada kerawanan muncul tunggakan tagihan listrik dari pelanggan. Sebab jumlah pelanggan listrik di PLN UP3 Sukoharjo sangat banyak. 

“Siapa tahu ada perusahaan besar atau pelanggan listrik PLN UP3 Sukoharjo ada yang menunggak dan memiliki nilai tunggakan besar. Maka kami siap membantu katakanlah menjadi tukang tagih,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI