Kejari Klaten Tahan Kades Gedaren

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Kepala Desa Gedaren Kecamatan Jatinom Klaten, Sri Waluya ditahan penyidik Kejaksaan Negeri Klaten karena diduga melakukan tindak pidana korupsi menyelewengkan dana APBDes tahun 2018. Sri Waluya ditahan pada Selasa (03/12/2019) sekitar pukul 15.15 WIB dan akan ditahan selama 20 hari serta dititipkan di Lapas kelas II B Klaten.

Kepala Kejaksaan Negeri Klaten Edi Utama didampingi Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Klaten Ginanjar Damar Pamungkas SH menjelaskan tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun hinga 20 tahun penjara. Lebih lanjut dijelaskan, tersangka yang kembali menjabat Kades Gedaren periode 2019 – 2025 tersebut ditetapkan sebagai tersangka pada 30 Oktober 2019.

“Sebelumnya kami melakukan pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya penyidik memutuskan menahan tersangka untuk 20 hari kedepan, dan kami titipkan di Lapas Klaten,“ katanya.

Dugaan penyelewengan APBDes 2018 tersebut diusut Kejaksaan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Warga Gedaren mencium adanya dugaan penyelewengan dana, antara lain terkait pembangunan fisik, dan belanja peralatan komunikasi.

Dugaan penyelewengan dana itu dilakukan Sri Waluya di masa jabatanya pada periode 2013 – 2019.Tersangka kembali terpilih sebagai kepala desa Gedaren dalam Pilkades serentak tahap III, dan dilantik oleh bupati pada 16 Nopember 2019 lalu, bersama para Kades terpilih lainya. (Sit)

BERITA REKOMENDASI