Kejari Sukoharjo Tahan Sri Margiyanta

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kepala PT Badan Kredit Kecamatan (BKK) Jawa Tengah unit Kecamatan Weru periode 2016-2019 Sri Margiyanta ditahan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo. Tersangka ditahan atas dugaan tindak pidana korupsi dengan modus kredit fiktif nilai kerugian sebesar Rp 2,8 miliar.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sukoharjo Yudhi Teguh Santoso, Jumat (11/06/2021) mengatakan tersangka diduga telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam UU nomor 31 tahun 1999 jo UU nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Kejari Sukoharjo melakukan penahanan terhadap tersangka setelah cukup bukti.

Selain itu juga untuk mempermudah pemeriksaan dan penanganan kasus yang melibatkan Kepala PT BKK Jawa Tengah unit Kecamatan Weru periode 2016-2019 Sri Margiyanta. Tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan modus kredit fiktif dan penggelembungan kredit.

“Modus yang dilakukan oleh tersangka ini adalah kredit fiktif dan penggelembungan kredit. Hal itu dilakukan dalam kurun waktu 2016-2019 saat dia menjabat sebagai Kepala PT BKK Jawa Tengah unit Kecamatan Weru periode 2016-2019,” ujarnya.

Kejari Sukoharjo melakukan penanganan kasus setelah ada laporan dari masyarakat yang merupakan nasabah PT BKK Jawa Tengah unit Kecamatan Weru. Saat itu, nasabah tersebut tidak bisa mengambil sertifikat yang digunakan sebagai jaminan di PT BKK Jawa Tengah unit Kecamatan Weru.

Kejadian tersebut membuat heran nasabah padahal sudah melakukan pelunasan. Karena curiga, nasabah itu melaporkan kejadian tersebut pada penyidik. Dari laporan tersebut penyidik melakukan investigasi dan diketahui ternyata juga ada penggelembungan kredit oleh tersangka.

Setelah semua data lengkap dan ditemukan dua alat bukti yang cukup, akhirnya penyidik menetapkan tersangka dalam kasus kredit fiktif. Tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan.

Dugaan tindak pidana korupsi di PT BKK Jawa Tengah unit Kecamatan Weru kemudian diaudit oleh BPKP. Hasilnya sesuai hasil audit BPKP diketahui nilai kerugian akibat perbuatan tersangka sebesar Rp 2,8 miliar.

“Sudah ada hasil audit dari BPKP atas kasus di dugaan tindak pidana korupsi di PT BKK Jawa Tengah unit Kecamatan Weru,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI