Kekurangan Air, Petani Tunda Tanam Padi

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Rencana petani untuk melakukan tanam padi tertunda karena kebutuhan air belum terpenuhi. Hujan yang seharusnya datang dalam beberapa hari tidak kunjung turun sehingga kondisi sawah menjadi kering dan debit air di saluran berkurang drastis.

Petani Desa Kadilangu, Kecamatan Baki Pratondo, Selasa (24/10/2017) mengatakan, terpaksa menunda tanam padi. Padahal rencana sudah matang dilakukan. Pada periode Oktober ini seharusnya sudah melakukan olah tanah dan sebar bibit. Namun kenyataanya sampai pertengahan bulan sama sekali belum dilakukan.

"Saya tidak tahu sampai kapan menunggu. Sementara menunda dulu tanam padi karena tidak ada air. Seharusnya sekarang curah hujan tinggi tapi ternyata lebih dari dua minggu hujan tidak turun,” ujar Pratondo.

Pilihan menunda menanam padi tepat karena apabila dipaksakan akan memberikan resiko besar pada petani. “Ada petani yang sudah terlanjur olah tanah dan sebar bibit tapi cuaca sangat panas tidak ada air dan akhirnya juga gagal,” lanjutnya.

Petani Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu Sugeng mengatakan, memilih mengistirahatkan sawah atau menunda tanam padi karena memang kekurangan air. Kendalanya karena hujan tidak turun dalam beberapa hari. Selain itu saluran yang diandalkan mengalami penurunan debit mengingat ada penutupan pintu air Dam Colo Nguter. (Mam)

BERITA REKOMENDASI