Kelola Aset, Desa Didorong Bangun BUMDes

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI (KRjogja.com) – Pada 2018 mendatang, ditargetkan seluruh desa di Boyolali sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Badan usaha tersebut dirasa perlu untuk mengelola aset-aset desa yang kian tahun terus meningkat. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Purwanto, Selasa (16/5) mengatakan, dari 261 desa yang tersebar di 19 kecamatan saat ini, baru sebanyak 30 saja yang sudah memiliki BUMDes. Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar desa yang belum memiliki badan usaha agar segera membentuk BUMDes sesuai dengan kekhasan masing-masing desa. "Tahun 2018 nanti, diharapkan seluruh desa di Boyolali sudah memiliki BUMDes," katanya. 

Keberadaan BUMDes tersebut, sambung Purwanto, dirasa perlu untuk pengelolaan aset desa. Terlebih saat ini ada banyak gelontoran dana dari pusat dan daerah ke tingkat desa. Diantaranya Dana Desa dan Dana Alokasi Desa (ADD) yang besaranya bisa mencapai milya‎ran rupiah. 

Diharapkan selain untuk pembangunan indrastruktur umum, dana yang dikelola desa tersebut juga bisa digunakan untuk memutar roda perekonomian di desa dengan pengembangan potensi ekonomi di masing-masing desa. 
"Pembentukan BUMDes terus kita dorong agar pengelolaan aset desa bisa maksimal sesuai potensinya masing-masing,"

Camat Sawit, ‎Dwi Sundarto menambahkan, di Kecamatannya saat ini, beberapa desa mulai ancang-ancang mengembangkan BUMDes untuk pengelolaan aset desanya. Diantaranya di Desa Cepoko Sawit yang mengandalkan budidaya perikanan, serta Desa Guwokajen, Karangduren, Bendosari, dan Jatirejo, yang akan membuat BUMDes gabungan untuk pengelolaan wisata susur air di Sungai Baran. (R-11)

 

BERITA REKOMENDASI