Kemarau Basah, Produksi Beras Surplus

BOYOLALI (KRjogja.com) – Stok beras di Kabupaten Boyolali diprediksi mengalami surplus 60 ribu ton akibat kemarau basah dan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya hanya 50 ribu ton.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Boyolali, Juwaris menjelaskan, produksi beras tahun ini diperkirakan melimpah, dengan jumlah panen mencapai 180 ton. Jika menghitung tingkat konsumsi beras warga Boyolali, dimana per bulan mencapai sebanyak 8 ribu ton, masih ada sisa atau surplus beras sebanyak 60 ribu ton.

Dia menjelaskan produksi beras tahun ini cukup bisa diandalkan karena hingga masa dimana seharusnya sudah memasuki puncak musim kemarau saat ini, hujan masih mengguyur wwilayah Boyolali. "Melimpahnya air membuat sawah yang menggunakan sistem irigasi teknis di wilayah Selatan Boyolali serta wpertanian tadah hujan yang mayoritas berada di Boyolali utara produktif dalam produksi beras."

Juwaris mengungkaokan lumbung pangan di 19 kecamatan di Boyolali masih aman. Misalnya di wilayah Boyolali utara tercatat memiliki stok gabah paling banyak dibandingkan kecamatan lain, masing-masing 12.377 kilogram, 12.214 kilogram, 9.896 kilogram, dan 8.903 kilogram. Jumlah tersebut baru terdata di kelompok tani dengan lumbung yang aktif. Sementara jumlah beras dan gabah di tingkat petani dan masyarakat jumlahnya diperkirakan lebih banyak lagi. (M-9)

BERITA REKOMENDASI