Kemarau Panjang, Warga Bergantung Pada Penjual Air Keliling

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Dampak kemarau panjang, beberapa desa di wilayah Kecamatan Sambi, andalkan penjual air keliling untuk memenuhi kebutuhan air bersih. 

Budiyanto (46), tokoh masyarakat Dusun Genjreng, Desa Trosobo, kecamatan Sambi, Minggu (15/9) mengatakan, selain di dukuhnya, kelangkaan sumber air bersih juga terjadi di Dusun Banaran, Desa Trosobo; Dusun/Desa Ngaglik; dan Dusun Giriloyo, Desa Cermo, disebabkan kemarau panjang.  Pada musim kemarau sebelumnya, warga biasanya masih bisa mengandalkan sumur dalam yang dibuat warga. Namun kali ini, sumur sudah mengering sejak tiga bulan lalu.

Terpaksa, warga pun harus mengeluarkan ongkos lebih untuk air bersih, yakni dengan membeli air dari pedagang keliling seharga Rp2.500/jerigen.  "Terpaksa beli untuk kebutuhan makan minum hingga mandi," katanya. 

Terkait kekeringan di Trosobo, bantuan air bersih pun sudah beberapa kali disalurkan, diantaranya dari Pajero Sport Club (PSC) Soloraya.  "Di Boyolali, bantuan kami salurkan ke masyarakat Grenjeng dan sekitarnya, serta di Desa Repaking, Kecamatan Wonosamudro. Sedangkan di wilayah Karanganyar kaki salurkan ke wilayah Ngrawan, Krendowahono," kata Seksi Sosial PSC Soloraya, Widiyanto.

‎Kegiatan sosial tersebut, sambungnya, sebagai bagian dari kepedulian PSC Soloraya kepada masyarakat yang sudah berjalan selama dua tahun. Untuk kali ini, karena kebutuhan yang mendesak adalah air bersih untuk masyarakat terdampak kemarau panjang, sebanyak 30 tanki air bersih disiapkan untuk disalurkan ke pihak yang membutuhkan. 

"PSC Soloraya dengan sebanyak 130 anggotanya ingin memberi kontribusi langsung yang bisa dirasakan masyarakat," tandasnya. (Gal)
 

BERITA REKOMENDASI