Kemelut Soal Upah, Pemkab Panggil Manajemen Aqua dan Serikat

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Pemkab Klaten melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Selasa (12/11) memanggil pihak manajemen Aqua dan juga pihak Serikat Pekerja Danone Aqua Grup (SPDAG), terkait dengan tuntutan kenaikan upah pekerja, yang kini ditempuh melalui usulan upah minimum sektoral kabupaten (UMSK).

Kedua belah pihak dipertemukan di ruang mediasi Disperinaker. Sejumlah pengurus SPDAG datang lebih dahulu, mereka tidak hanya dari pengurus cabang Klaten, melainkan juga dari pengurus daerah Jateng – DIY. Antara lain terdiri, Setyo Sekjen Pengurus Daerah SPDAG Jateng – DIY, Marjoko Kabid Industrial Pabrikan, Alfatona Kabid Industrial Depo, Agus Hiban Ketua Pengurus Cabang SPDAG Klaten, Agustri M Sekjen PC Klaten, dan Huasain Kabid Industrial PC Klaten. Dari pihak manajemen Aqua Klaten diwakili oleh Kabag HR Andi Seto dan Arifin.

Kepala Disperinaker Klaten Sartiyasto mengemukakan, untuk bisa ditetapkan UMSK, salah satu syarat harus menjadi produk unggulan. Kabupaten Klaten saat ini memiliki 11 produk unggulan berdasarkan kluster, namun demikian produk air mineral belum termasuk dalam produk unggulan tersebut.
Lebih lanjut Sartiyasto menegaskan, dalam hal peningkatan kesejahterana pekerja sebenanya bisa disusun dalam struktur dan skala upah. Untuk Jawa Tengah belum ada UMSK, namun jika memungkinkan secara aturan, maka bisa dilaksanakan.
“Lha pengajuan UMSK ini kemarin ada dari serikat Aqua, ada jawaban dari manajemenya, terus kesimpulanya diserahkan Pemkab, ternyata sudah ada jawaban manajemenya, setuju. Ya mestinya ada etikanya, kalau saya bertahan pada aturan. Dengan struktur dan skala upah itu simple, cuma substansi masalahnya apa kita kan ga tahu. Ada apa sebenarnya dengan manajemen yang sekarang,” tandas Sartiyasto.

Kabag HR Aqua Klaten, Andi Seto mengemukakan, pertemuan masih membahas agenda kelanjutan usulan UMSK. “Karena ini nanti ranah dewan pengupahan. Seperti menyepakati prosesnya, rencana mereka akan pertemuan dengan dewan pengupahan dulu baru nanti akan kembali memanggil kita. Tadi lebih banyak santai-santai, bahas-bahas scedule,” kata Andi Seto.

Ketua PC SPDAG Klaten Agus Hiban mengemukakan, pihaknya mempertanyakan dan ingin kejelasan tentang ajuan oleh manajemen dengan angka yang sudah ada tersebut. Jika proses UMSKterlalu lama, maka serikat tetap akan menuntut dengan anomali yang sudah tercantum dalam PKB, namun saat ini diingkari oleh pihak manajemen.

Sekjen PD SPDAG, Setyo mengataan, pertemuan tersebut merupakan koordinasi, karena UMSK di Jawa Tengah merupakan sesatu yang baru. Dengan demikian masih tahap belajar bersama. (Sit)

 

 

BERITA REKOMENDASI