Kemensos Targetkan Graduasi KPM Meningkat

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Tahun ini, sebanyak 7,93 persen Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peserta Program Keluarga Harapan (PKH) ditargetkan bisa tergraduasi atau terentaskan, dalam arti kesejahteraan mereka terangkat sehingga tak lagi menjadi KPM. Berdasar data Kementerian Sosial, tercatat jumlah KPM yang telah tergraduasi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, yakni sebanyak 2,3 persen atau sebanyak 230.351 KPM dari total 6 juta peserta PKM pada tahun 2017. Sedang tahun 2018 lalu, PKM tergraduasi mencapai 6,21 persen atau sebanyak 621.789 PKM dari total 10 juta peserta PKM.

"Tahun ini ditargetkan sebesar 7,93 persen atau sebanyak 793.000 peserta PKM bisa tergraduasi," kata Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, saat memantau peluncuran PKH Tahap I tahun 2019 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jumat (01/02/2019).

Ia menilai, target jumlah graduasi PKM cukup realistis, sebab indeks bantuan juga ditingkatkan. Tahun ini, ada dua jenis bantuan yang disalurkan melalui PKM, yakni bantuan tetap dan bantuan berdasar komponen.

Untuk bantuan tetap yakni sebesar Rp550 ribu dan PKH Akses Rp1 juta per tahun. Sedang untuk bantuan berdasar komponen yakni untuk anak-anak, ibu hamil, pelajar, penyandang disabilitas dan lansia, dengan besaran bantuan berbeda-beda tiap komponen, antara Rp1,5 juta hingga Rp2,4 juta.

Diketahui, PKH diberikan empat kali dalam setahun, yakni di bulan Januari, April, Juli, dan OKtober. Untuk tahap pertama kali ini, jumlah bantuan yang diluncurkan secara nasional mencapai Rp12,28 triliun.

Peningkatan target graduasi tersebut, imbuhnya, sesuai dengan upaya pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan hingga di bawah 9,5 persen. Salah satu cara yang dilakukan, yakni dengan meningkatkan pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) oleh para pendampim PKH ke tiap PKM, agar bantuan dimafaatkan sesuai peruntukannya. "Kita arahkan agar penerima manfaat PKH untuk bisa mandiri secara ekonomu agar tak lagi tergantung pada PKH," jelasnya. (Gal)

BERITA REKOMENDASI