Kementan Diminta Bantu Tangani Masalah Irigasi Dukung IP 400 di Sukoharjo

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Saluran irigasi dan serangan hama menjadi masalah penting yang harus diselesaikan dengan melibatkan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait program Indeks Pertanian Padi 400 atau IP 400. Kedepan, lahan 10 ribu hektar IP 400 sekarang direncanakan akan diperluas lagi demi meningkatkan produktivitas panen dan menambah stok pangan ditengah ancaman krisis pangan dunia.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno, Kamis (23/06/2022) mengatakan, program IP 400 telah sukses dilaksanakan di Kabupaten Sukoharjo. Lahan yang tadinya hanya sekitar 2.088 hektar pada tahun 2021 sekarang tahun 2022 naik menjadi 10 ribu hektar dan menjadi terluas se Indonesia. Keberhasilan pertanian di Kabupaten Sukoharjo juga mendapat apresiasi dan perhatian serius dari pemerintah pusat.

“Tetap kami terus evaluasi. Ditengah kondisi sekarang sudah berhasil namun ada beberapa masalah yang harus juga diselesaikan dengan melibatkan pemerintah pusat. Apalagi sudah ada ancaman krisis pangan dunia walaupun di Kabupaten Sukoharjo mampu swasembada beras dan daging sapi,” ujarnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sudah melakukan evaluasi dimana ditemukan dua masalah besar dalam pelaksanaan program IP 400. Pertama berkaitan dengan kondisi beberapa saluran irigasi mengalami kerusakan dan sedimentasi parah. Kedua menyangkut serangan hama khususnya wereng di sawah IP 400.

Dua masalah tersebut juga terjadi disejumlah daerah yang melaksanakan program IP 400. Kementerian Pertanian juga mengakui dua masalah tersebut terjadi dan segera diselesaikan bersama.

Bagas menjelaskan, masalah saluran irigasi terjadi sudah lama dan belum tertangani. Penanganan saluran irigasi perlu melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Pemkab Sukoharjo tidak bisa menangani masalah karena bukan jadi kewenangannya.

Upaya sudah dilakukan Pemkab Sukoharjo dengan meminta pada BBWSBS namun belum terlaksana sampai sekarang. Penanganan harus segera direalisasikan mengingat petani sangat membutuhkan jaminan pasokan air untuk keberlangsungan IP 400. “Soal masalah saluran irigasi sudah kami sampaikan ke beliau Menteri Pertanian saat panen raya padi di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru Rabu (22/06/2022),” lanjutnya.

Dinas Pertanian akan menunggu hasil dari Kementerian Pertanian. Diharapkan dalam waktu dekat sudah ada keputusan tindaklanjut penanganan saluran irigasi. Terlebih lagi Kabupaten Sukoharjo merupakan daerah dengan luas lahan penerapan program IP 400 terbesar se Indonesia dan mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat dengan menempatkan IP 400 dalam program super prioritas nasional.

Bagas menambahkan, masalah kedua berikutnya berkaitan dengan serangan hama. Beberapa sejenis hama menyerang tanaman padi termasuk dalam program IP 400. Serangan hama paling parah terjadi pada hama tikus dan hama wereng. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sudah melakukan penanganan serangan hama dengan membantu petani. Namun demikian masalah belum sepenuhnya berhasil diselesaikan dan perlu dukungan pemerintah pusat.

“Dengan kondisi cuaca sering hujan dan tingkat kepadatan penanaman dimana dalam satu tahun dilakukan empat kali tanam maka tingkat kelembaban tinggi dan memicu serangan hama wereng. Selain itu juga hama tikus mengingat sepanjang tahun sawah ditanami padi,” lanjutnya.

Petani diminta untuk aktif melakukan pemberantasan serangan hama bersama petugas. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sudah menurunkan petugas untuk memberikan pendampingan pada petani. (Mam)

BERITA REKOMENDASI