Kenaikan BPJS, Sri Mulyani Maklumi Kekecewaan Masyarakat

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Bupati Klaten Sri Mulyani memandang kebijakan Presiden Jokowi yang menaikkan iuran BPJS Kesehatan akan menimbulkan ragam pendapat di masyarakat. Sri Mulyani bisa memaklumi sikap masyarakat atas kebijakan pemerintah pusat tersebut

“Nominal (iuran BPJS) dinaikkan pasti memberatkan masyarakat,” ujar Sri Mulyani saat ditemui di sela penyerahan bantuan sembako di Kantor Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Jumat (15/05/2020).

Namun demikian menurutnya yang perlu dipahami adalah pemerintah pusat pasti telah memiliki kajian dan perhitungan tersendiri. “Namanya keputusan itu ada yang sebagian menyenangkan dan tidak menyenangkan. Ya nanti kita pelajari dulu seperti apa,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam penyerahan bantuan sembako di wilayah Kecamatan Gantiwarno, masing-masing bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk 2.365 kepala keluarga (KK), bantuan Pemkab Klaten 464 KK dan yang menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial sebanyak 2.371 KK.

Selain menyerahkan sembako untuk Kecamatan Gantiwarno, Sri Mulyani juga menyerahkan sembako untuk lima desa di lima kecamatan lain masing-masing Desa Dukuh (Kecamatan Bayat), Desa Plosowangi (Cawas), Desa Jetiswetan (Pedan), Desa Jatipuro (Trucuk) dan Desa Tonggalan (Kecamatan Klaten Tengah).

Untuk mengatasi dampak ekonomi yang dialami masyarakat akibat mewabahnya Covid-19, Sri Mulyani meminta para camat dan kepala desa jika mengadakan sembako yang bersumber dari Dana Desa (DD) agar membeli produk pertanian dan peternakan lokal. Sehingga hasil pertanian dan peternakan masyarakat setempat dapat terserap. (Lia)

BERITA REKOMENDASI