Kenaikan Kasus Positif Corona di Sukoharjo Terus Terjadi

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kenaikan kasus positif virus corona di Kabupaten Sukoharjo masih terus terjadi. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat diketahui ada kenaikan 14 kasus.

Data per 14 September akumulasi kasus positif virus corona Sukoharjo diketahui sebanyak 538 kasus. Pemkab Sukoharjo sendiri saat ini masih menerapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona hingga 30 September mendatang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Selasa (15/09/2020) mengatakan kasus positif virus corona di Sukoharjo masih terus mengalami kenaikan. Seperti terjadi pada 14 September kemarin diketahui ada kenaikan sebanyak 14 kasus positif virus corona. Kenaikan tersebut membuat akumulasi kasus positif virus corona melonjak hingga 538 kasus.

Tingginya kasus positif virus corona tersebut terjadi ditengah kondisi Sukoharjo masih memberlakukan status KLB hingga 30 September. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo terus melakukan pelacakan kontak erat kasus positif virus corona.

Berdasarkan pelacakan tersebut diketahui kenaikan kasus positif virus corona berasal dari lima klaster. Yunia menjelaskan, klaster tersebut berasal dari tenaga kesehatan rumah sakit, klaster aparat keamanan, transmisi aparat keamanan ke keluarga, klaster keluarga di Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo dan pelaku perjalanan dari luar negeri.

Masing masing kasus klaster positif virus corona tersebut sudah mendapat penanganan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Penanganan dilakukan baik perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

“Kasus positif virus corona di Sukoharjo secara akumulasi terus mengalami kenaikan. Kasus muncul dari kontak erat banyak klaster sebelumnya. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sudah melakukan penanganan semua,” ujarnya.

Yunia secara rinci data akumulasi kasus positif virus corona sebanyak 538 kasus diketahui, 62 kasus isolasi mandiri, 1 kasus isolasi mandiri di rumah sehat yang disediakan Pemkab Sukoharjo, 49 kasus rawat inap, 407 kasus sembuh dan selesai menjalani isolasi mandiri, 19 kasus meninggal dunia.

Dari data tersebut diketahui kasus positif virus corona aktif sebanyak 112 kasus. Rinciannya berasal dari 62 kasus isolasi mandiri, 1 kasus isolasi mandiri di rumah sehat yang disediakan Pemkab Sukoharjo, 49 kasus rawat inap. Kasus positif virus corona aktif tersebut tersebar di 12 kecamatan.

Sebaran tersebut masing-masing, Kecamatan Grogol 21 kasus, Kecamatan Kartasura 23 kasus, Tawangsari delapan kasus, Nguter 15 kasus, Bendosari satu kasus, Sukoharjo lima kasus, Kecamatan Baki lima kasus, Mojolaban tujuh kasus, Polokarto 16 kasus, Bulu tiga kasus, Weru dua kasus, dan Kecamatan Gatak enam kasus. Penanganan dilakukan penuh hingga pasien dinyatakan sembuh. Disisi lain, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo berharap sudah tidak ada lagi penambahan kasus positif virus corona di Sukoharjo kedepan. (Mam)

BERITA REKOMENDASI