Kepulangan Abu Bakar Ba’asyir, Polres Sukoharjo Lakukan Penyekatan Perbatasan

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Polres Sukoharjo bersama dengan aparat keamanan gabungan mulai melakukan penyekatan wilayah perbatasan. Titik yang diawasi ketat salah satunya yakni di Kecamatan Kartasura. Selain itu, larangan kerumunan massa sudah dikeluarkan berkaitan dengan rencana Abu Bakar Ba’asyir bebas dari tahanan dan pulang ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin, Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Rabu (06/01/2021), mengatakan, penyekatan wilayah sudah dilakukan dengan menurunkan personil di perbatasan. Antisipasi dilakukan sejak dini mengingat waktu semakin dekat. “Salah satu titik rawan berada di Kecamatan Kartasura karena jadi jalur penghubung dan pintu masuk ke Sukoharjo,” ujarnya.

Kapolres mengatakan, penyekatan wilayah perbatasan di Kecamatan Kartasura nanti juga melibatkan banyak personil dari jajaran TNI. Hal itu dikatakan Kapolres seperti sudah dilakukan koordinasi bersama dengan jajaran TNI dalam hal ini Danrem 074/Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Rano Tilaar.

“Kemarin Bapak Danrem 074/Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Rano Tilaar dalam koordinasi bersama siap menurunkan personil membantu jajaran Polres Sukoharjo. Sebab nanti massa bisa saja datang dari berbagai daerah meski sudah dilakukan larangan sejak sekarang,” lanjutnya.

Dalam pengetatan pengamanan tersebut, Kapolres menegaskan personil yang diturunkan akan menindak tegas pelaku pelanggaran protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona. Sebab sudah ada larangan dan mengingat kondisi sekarang masih pandemi virus corona.

Camat Grogol Bagas Windaryatno mengatakan, Pemerintah Kecamatan Grogol sudah meminta kepada semua pihak untuk tidak melakukan kerumunan massa menyambut kedatangan Abu Bakar Ba’asyir bebas dari tahanan dan pulang ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin, Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo. Larangan dikeluarkan mengingat kondisi masih pandemi virus corona.

“Sudah ditindaklanjuti sampai bawah ditingkat Pemerintah Desa Cemani, RT/RW dilingkungan Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Cemani dengan meminta warga masyarakat disana tidak melakukan kerumunan massa. Nanti massa dari luar yang datang juga akan dilarang dan langsung dibubarkan aparat keamanan,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI