Kerukunan Umat Beragama Harus Terus Dijaga

KLATEN, KRJOGJA.com – Bupati Klaten Sri Mulyani mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama yang selama ini telah terjalin dengan baik. Penguatan masyarakat yang harmonis berdampak pada terbangunnya Kabupaten Klaten yang maju mandiri dan berdaya saing.

"Kabupaten Klaten adalah kabupaten yang masyarakatnya memiliki budaya majemuk baik dari sisi agama, idiologi politik, aliran ormas, maupun golongan ras dan etnik, maka Klaten mempunyai dua potensi, yaitu selain sebagai perekat komunitas masyarakat, tetapi juga mengandung potensi konflik sebagai implikasi dari perbedaan-perbedaan yang ada," ujar Sri Mulyani dalam acara jalan sehat peringatan Hari Amal Bhakti ke 74 Kementerian Agama RI di GOR Gelarsena Klaten, Kamis (2/1/2020).

Menurutnya, guna meminimalisir potensi konflik tersebut maka perlu diwujudkan pola hubungan yang dialogis, komunikatif antar pemeluk agama, sehingga tercipta pola hubungan yang harmonis antar umat beragama, ras, maupun etnik yang ada di Kabupaten Klaten. Tentunya akan berdampak pada penguatan masyarakat dalam rangka membangun Kabupaten Klaten yang maju mandiri dan berdaya saing. 

"Perbedaan itu akan selalu ada, dari ini ada, dari jaman lahirnya Klaten perbedaan pasti akan ada. Tapi bagaimana kita semuanya menghargai, menghormati kerukunan antar umat beragama. Kalau masyarakat Kabupaten Klaten saling menghormati saling menghargai insya Allah Klaten yang maju mandiri akan kita capai bersama," ujarnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Klaten, Anif Salikhin, mengatakan, jalan sehat mengambil tema Kerukunan Umat Beragama. Tujuan untuk memelihara dan meningkatkan kerukunan antar umat beragama. Peserta ada sekitar 5000-an orang baik dari keluarga lingkungan kantor Kementerian Agama, guru, siswa, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).(Lia)

BERITA REKOMENDASI