Keterisian Bed Rawat Inap Rumah Sakit Tangani Corona Meningkat

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Keterisian bed rawat inap di rumah sakit terkait penanganan kasus virus Corona terus meningkat dari sebelumnya 30 persen naik 40 persen dan sekarang diangka tertinggi 50 persen. Peningkatan terjadi karena adanya tambahan kasus positif virus Corona. Meski demikian kondisi tersebut masih landai dan dapat ditangani sepenuhnya oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Kamis (3/6/2021) malam mengatakan, ada penambahan kasus positif virus Corona dan berdampak pada peningkatan keterisian bed rawat inap di rumah sakit. Hal itu sejalan karena pasien virus corona perlu mendapat penanganan rawat inap di rumah sakit. Meski kasus bertambah dan keterisian bed rawat inap di rumah sakit meningkat namun kondisi tersebut dianggap masih landai. Sebab semua kasus dapat ditangani petugas medis.

Keterisian bed rawat inap di rumah sakit terkait penanganan kasus virus Corona meningkat dilihat dari data apabila sebelumnya hanya 30 persen saja kemudian naik 40 persen dan sekarang diangka tertinggi 50 persen. Pihak rumah sakit rujukan penanganan virus Corona masih bisa menangani kasus rawat inap mengingat banyak bed tersedia.

“Kasus virus Corona masih landai artinya masih bisa dikendalikan. Memang ada kenaikan keterisian bed rawat inap di rumah sakit sekarang 50 persen. Tapi semua masih bisa ditangani,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI