Ketoprak Pelajar Memukau Penonton

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN (KRJogja.com) – Plt Bupati Klaten Sri Mulyani memberikan apresiasi kepada Amigo Group yang konsisten untuk melestarikan seni tradisional ketoprak, dengan menggelar festival secara rutin hingga delapan tahun berturut-turut. Sri Mulyani didampingi owner Amigo Group, Edy Sulistyanto, ikut menyaksikan pertunjukan yang ditampilkan oleh salah satu grup peserta sejak awal hingga tuntas.

“Sebuah kepedulian yang luar biasa dari Amigo untuk pelestarian budaya. Selama sewindu konsisten menggelar festivasl secara mandiri, tentu ini bukan pekerjaan mudah kalau tidak diniati dengan keikhlasan. Yang sangat menggembirakan, sekarang generasi muda, khususnya para pelajar sudah mencintai seni tradisonal ketoprak, sehingga budaya ini tidak akan punah,” kata Sri Mulyani.

Setelah sesi pertama sukses menggelar festivasl ketoprak anak, kini giliran digelar festival ketoprak pelajar (SMA/SMK) mulai tanggal 21 hingga 24 September.

Sri Mulyani terkesan dengan pementasan para pelajar SMK Kristen II yang tampil cukup memukau. Saat sesi dagelan, dua pelajar putri bisa melontaskan joke-joke segar yang sangat menghibur, sehingga selalu membuat hadirin tertawa. Tepuk sorak pun menggema di aula SD Kristen 3 Klaten yang dipadati ratusan penonton baik pelajar maupun masyarakat umum.
Penyelenggaran festival ke delapan ini nampak sangat professional. Didukung tata lampu yang artistic, membuat setiap adegan menjadi lebih hidup.   

Edy Sulistyanto mengemukakan, untuk ketoprak pelajar tingkat SMA/SMK diselenggarakan selama empat hari. Hari pertama Kamis (21/9) menampilkan delapan grup, Jumat menampilkan enam grup, Sabtu enam grup, dan Minggu sebanyak lima grup. Penampilan terakhir sebagai penutup mengambil lakon Odipus Sang Nata,  yang dimainkan oleh para alumni festival ketoprak pelajar.  

“festival ketoprak ini salah satu bentuk CSR (corporate social responsibility) amigo group. Kebetulan punya misi sama dengan Omah Wayang dan diva ketoprak dari Yogyakarta, Bondan Nusantara. Dengan keterbatasan yang ada, kami memilih untuk fokus pada dunia pendidikan dan budaya,” kata Edy Sulistyanto.(Sit)

 

BERITA REKOMENDASI