Kisah Penyintas Covid 19 di Klaten, Pasrah dan Dua Kali Khatam Al Quran

SELAMA dikarantina dalam perawatan rumah sakit, justru membuat para pasien lebih mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Bahkan ada yang dua kali katam Al Qur’an. Berikut adalah kisah para penyintas Covid 19 yang pernah dirawat di RSUD Bagas Waras Klaten.

Salah seorang diantaranya adalah Sujoko Abdul latif. Pada awalnya ia terkejut dan was-was saat dinyatakan positif Covid 19. Apalagi saat ia harus diisolasi dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Ketika Abdul Latif dirawat, RSUD Bagas Waras belum menerapkan program “sosialisasi” pasien. Dengan demikian seharian para pasien terus menerus dalam ruang isolasi sendirian.

Untuk menenangkan hati, Abdul latif berusaha pasrah dengan mendekatkan diri pada Allah SWT, yakni dengan terus membaca Al Qur’an. “Waktu itu belum ada kebijakan mancing, senam dan lain-lain. Bayangkan terus menerus berada dalam ruangan sendiri. Saya lalu isi waktu dengan baca Al Qur,an. Selama dirawat 27 hari, Alhamdulilah dua kali katam baca Al Qur’an,” kata Abdul Latif.

Beda lagi dengan yang dialami Pardiman. Ia termasuk pasien yang sangat lama dirawat di RSUD Bagas Waras, yakni sekitar 90 hari.

Sama dengan rekanya, Abdul Latif, Pardiman juga selalu mengisi waktu dengan beribadah. Entah karena apa, ia tidak segera sembuh. Mungkin karena faktor psikologis kecemasan yang membuatnya cukup lama dirawat. Perkembangan baik mulai dirasakaan ketika RSUD Bagas Waras menerapkan kebijakan mengijinkan para pasien keluar ruangan. Secara berkala para pasien dibawa untuk bejemur di taman milik rumah sakit. Selain itu juga ada program senam, siraman rohani dan juga memancing.

“Tidak tahu kenapa, hasil test selalu masih positif dan positif. Terus setelah ada program macning, saya senang sekali, seperti air bertemu ikan. Saya bisa rileks mancing berlama-lama. Eh gara-gara mancing saya jadi sembuh. Hasil test saya dinyatakan negatif dan saya boleh pulang,” kata Pardiman.

Hal yang sama juga diceritakan oleh penyintas covid 19 lainya. Yakni Slamet Joko Sriningsih yang diarwat di RSUD Bagas Waras selama 21 hari. Dengan ketenangan hati belajar membaca Al Qua’ran, ternyata ia lebih cepat sembuh dibanding rekanya. “Saya masih taraf belajar membaca Al Quran,” kata Slamet Sujoko Sriningsih.

Menurut data Dinas Kesehatan, Perkembangan Covid 19 di Klaten masih fluktuatif. Pada hari Sabtu (31/10) terdapat penambahan sangat signifikan. Yakni 32 orang terkonfirmasi positif cpvid 19, seorang diantaranya meninggal. Sehubungan hal itu jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi covid 19 hingga Sabtu (31/10) adalah 943 orang. Sebanyak 741 orang sembuh, 169 orang dirawat di sejumlah rumah sakit/isolasi mandiri, dan 33 orang meninggal dunia. (Sri Warsiti)

BERITA REKOMENDASI