KLC Tegaskan Klaten Sebagai Kabupaten Lurik

KLATEN, KRJOGJA.com – Klaten Lurik Carnival (KLC) 2019 memesona ribuan warga yang memadati sepanjang jalan Pemuda Klaten, Sabtu (3/8/2019) sore. Event tahunan ini mengusung tema Klaten Kota Bunga Sejuta Warna, dan diikuti 40 kontingen. Masing-masing kontingen terdiri 20 hingga 30 orang, yang semunya mengenakan kostum lurik dengan warna dan desain yang variatif dan memukau.

Sampai di depan panggung kehormatan, simpang lima Plaza Klaten, setiap kontingen menampilkan atraksi menarik dengan konsep cerita atau potensi daerah masing-masing. 

Selain mendapat aplaus dari Bupati Klaten Sri Mulyani, jajaran Forkompinda.dan para tamu undangan, atraksi ini juga sangat menghibur masyarakat yang berdatangan dari segala pelosok Klaten dan sekitarnya.

Kontingen Kecamatan Kemalang mengusung lakon Dewi Sri,lambang padi dan kemakmuran. Kecamatan Bayat membawakan cerita An de An de Lumut dan Prambanan mengangkat tema Roro Jonggrang. Sedangkan Polanharjo yang kaya ikan dan wisata air mengambil tema Dewi Minapolitan.  

Dari pihak swasta, Amigo Klaten selalu tampil heboh dan sangat atraktif, sehingga menjadi titik perhatian yang selalu ditunggu-tunggu penonton. Kontingen ini dipimpin langsung owner Amigo, Edy Sulistyanto yang berada di panggung tamu kehormatan. Potensi lurik menyatu dengan konsep Klaten Kota Bunga Sejuta Warna direpresentasikan dalam gerak tari dan musik yang indah.

"Melalui KLC ini Pemkab Klaten ingin membuat branding kalau Klaten adalah Kabupaten Lurik. Sentra lurik seperti Pedan, Cawas,Trucuk, Bayat, Karangdowo, Juwiring mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, dengan menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Hal ini yang ingin kita jaga . Termasuk monumen lurik di tengah Kota Klaten agar masyarakat luar tahu telah memasuki Kabupaten Lurik," kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika Klaten Amin Mustafa.

Untuk membantu pertumbuhan lurik tradisional, sejak 12 tahun lalau, Pemkab Klaten mewajibkan ASN mengenakan lurik setiap Kamis.

Ajang KLC benar benar menjadi hiburan masyarakat. Warga rela berdesakan dan berpanas-pansan berjam-jam untuk menyaksikanya.

"Saya datang berdua sama tetangga, ingin melihat langsung.  Semua peserta tampil bagus,” kata Ny Endang dari Griya Prima.

Tidak saja menghibur, ajang KLC juga dimanfaatkan masyarakat berfoto dengan peserta khususnya anak anak.

Hal yang beda dengan tahun sebelumnya, untuk panggung kehormatan yang biasanya di depan rumah dinas bupati atau di depan kompleks RSPD kini dipindahkan ke simpang lima Plaza Klaten. Dengan demikian jarak tempuh peserta lebih pendek, sehingga semua peserta bisa tampil maksimal saat peserta masih memadati sepanjang jalan Pemuda.(Sri Warsiti)

 

BERITA REKOMENDASI