Kodim Sukoharjo Antisipasi Banjir

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam dilakukan Kodim 0726 Sukoharjo dengan menyiapkan seluruh anggota dan peralatan yang dimiliki. Kewaspadaan meliputi banjir, angin kencang dan tanah longsor.

Plh Dandim 0726 Sukoharjo, Mayor Inf Nurul Munthahar mengatakan, sudah melakukan rapat koordinasi internal dijajaran Kodim 0726 Sukoharjo. Inti kegiatan yakni berkaitan dengan kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam. Bentuknya yakni pelatihan baik secara internal maupun melibatkan satuan tugas dari instansi lainnya.

Kodim 0726 Sukoharjo sengaja melakukan kesiapsiagaan bencana alam sejak dini. Beberapa wilayah di Sukoharjo sendiri masuk kategori rawan bencana alam. Seperti banjir disepanjang aliran Sungai Bengawan Solo meliputi Kecamatan Nguter, Sukoharjo Kota, Polokarto, dan Mojolaban. Tanah longsor di wilayah Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu.

Sedangkan angin kencang terjadi hampir merata disejumlah wilayah seperti di Kecamatan Sukoharjo Kota, Bendosari, Baki dan Gatak. “Rapat koordinasi ini untuk mempersiapkan jajaran internal di Kodim 0726 Sukoharjo sebagai bentuk kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam,” ujarnya di Sukoharjo, Selasa (17/10/2017).

Kodim 0726 Sukoharjo sudah memerintahkan seluruh anggotanya khususnya dikewilayahan disemua Koramil untuk bersiap. Termasuk melaporkan setiap kejadian kerawanan bencana alam ke pos induk di Makodim 0726 Sukoharjo. “Setelah ini Kodim 0726 Sukoharjo akan melakukan pelatihan bersama anggota kemungkinan awal Desember mendatang,” lanjutnya.

Lokasi latihan ditunjuk di Desa Laban dan Desa Tegalmade Kecamatan Mojolaban dan Desa Pranan Kecamatan Polokarto. Wilayah tersebut dipilih karena rawan terjadi bencana alam khususnya banjir karena dilintasi aliran Sungai Bengawan Solo dan Kali Samin.

Kesiapsigaan bencana alam juga dilakukan Kodim 0726 Sukoharjo dengan melibatkan masyarakat. Hal itu penting karena masyarakatlah yang pertama akan terdampak dari bencana alam. Mereka juga memiliki kedekatan wilayah seperti disekitar aliran sungai dan kali sehingga dapat memberikan informasi ke petugas berkaitan dengan kerawanan banjir.

“Pelatihan juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat. Mereka harus tanggap khususnya saat menyelamatkan diri. Evakuasi secepatnya harus dilakukan tanpa harus menunggu ketinggian air banjir bertambah,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI