Komplotan Penipu Perdayai Korban Hingga Rp 200 Juta

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Boyolali, Unit 1 Tindak Pidana Umum (Tipidum) bersama Tim Sapu Jagad berhasil mengungkap kasus komplotan penipuan berkedok pinjaman mencapai milyaran rupiah dengan iming-iming bunga ringan.Tiga komplotan pelaku ditangkap di lokasi berbeda,di Klaten dan Kediri Jawa Timur.

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond melalui Kepala Unit (Kanit) 1 Tindak Pidana Umum (Tipidum) Ipda F Bayu Raharjo mengatakan tiga komplotan penipu tersebut yakni MS warga Kediri, AM dan HW keduanya warga Klaten Jawa Tengah. Tiga pelaku berhasil ringkus pada Minggu (04/04/2021).

“Ketiga pelaku itu mempunyai tugas dan peran masing-masing. Ada yang berperan membujuk rayu, meyakinkan korban dan ada yang bertugas sebagai penyedia mobil untuk pelaksanaan kegiatan,” kata Bayu, Rabu (05/05/2021).

Bayu menjelaskan kasus ini terjadi pada Senin (22/03/2021) berawal dari pertemuan antara korban bernama Imam Santoso warga Surabaya dan pelaku di sebuah rumah makan Jalan Pisang Boyolali. Dalan pertemuan tersebut korban dijanjikan oleh pelaku dapat membantu mencarikan pinjaman senilai Rp 20 milyaran dengan bunga lunak.

Namun demikian untuk mencairkan pinjaman tersebut para pelaku meminta uang kepada korban untuk pelicin sebesar Rp 200 juta rupiah. Dikatakan pelaku uang tersebut diperuntukan bagi pihak-pihak yang membantu pencairan.

“Setelah korban membawa uang dan pelaku yakin serta melihat fisik dari uang tersebut, pelaku menciptakan situasi sedemikian rupa sehingga korban lengah dalam mengawasi uangnya. Pada saat itu para pelaku membawa kabur uang korban tersebut,” ujar Bayu.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan 3 unit mobil sebagai sarana pelaku. Selanjutnya dokumen surat-surat perjanjian utang piutang, Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang semuanya palsu dan uang tunai sisa hasil kejahatan sebesar Rp 25 juta rupiah. “Saat ini, ketiga pelaku meringkuk di sel tahanan Sat Reskrim Polres Boyolali guna penyelidikan lebih lanjut. Pelaku terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara.,”

Disinggung mengenai pelaku lain, Bayu mengatakan masih ada satu pelaku inisial D masih diburu polisi. “Saat ini polisi masih memburu satu orang sebagai otak kejahatan dan polisi sudah mengantongi identitas dan keberadaan pelaku,” ungkapnya.

Sementara dari keterangan salah satu pelaku, MS dirinya mengaku ikut membantu serangkaian kegiatan penipuan berkedok CV. “Jadi tugas dan peran saya mengenalkan korban kepada D,” ungkapnya singkat. (M-2/Sit)

BERITA REKOMENDASI