KPU Sukoharjo Mulai Lakukan Pengesetan Kotak Suara

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo mulai melakukan pengesetan sebanyak 1.830 buah kotak suara Pilkada 2020. Pengerjaan dilakukan oleh 12 orang pekerja tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona. Diharapkan seluruh pengerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari kedepan.

Anggota KPU Sukoharjo Divisi Sosialisasi, Suci Handayani, Rabu (18/11/2020), mengatakan, persiapan pemenuhan kebutuhan logistik Pilkada 2020 sudah mulai dikerjakan KPU Sukoharjo.

Salah satu yang sedang berjalan yakni pengesetan kotak suara. Pengerjaan dilakukan di Gedung Graha Mulia atau samping kantor KPU Sukoharjo. Tempat tersebut dipilih karena dianggap layak baik sisi bangunan luas dan tertutup rapat serta terlindungi dari hujan.

Petugas melakukan pengawasan ketat ditempat pengesetan kotak suara dan penyimpanan logistik Pilkada 2020. Sebab ada banyak logistik tersimpan dan harus dipastikan aman hingga digunakan saat pemilu digelar.

“Penyiapan kebutuhan logistik Pilkada 2020 sudah dilakukan dan sedang berjalan sekarang pengesetan kotak suara,” ujarnya.

KPU Sukoharjo melakukan pengesetan kotak suara Pilkada 2020 dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona. Petugas yang akan melaksanakan pengesetan kotak suara wajib mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker dan jaga jarak. Selain itu juga dicek suhu tubuhnya untuk memastikan kondisi sehat saat bekerja.

Total ada sebanyak 1.830 buah kotak suara Pilkada 2020 sedang dikerjakan oleh 12 petugas. Pengesetan diperkirakan akan selesai dalam waktu dua hingga tiga hari. Usai diset maka tahap selanjutnya tinggal dilakukan penyimpanan dan distribusi ke masing masing tempat pemungutan suara (TPS) sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Ada banyak kebutuhan logistik Pilkada 2020 yang harus dipenuhi. Jadi pengesetan kotak suara dilakukan sejak sekarang,” lanjutnya.

Selama pengerjaan pengesetan kotak suara KPU Sukoharjo melakukan pengawasan secara ketat terhadap petugas. Hal itu dilakukan untuk memastikan proses pengesetan sudah betul sesuai dengan petunjuk pelaksanaan Pilkada 2020. Disisi lain juga menghindari kesalahan dan kerusakan sebelum didistribusikan ke TPS.

“Ada petugas yang mendamping pekerja atau petugas yang melakukan pengesetan kotak suara. Jangan sampai ada kekeliruan atau kerusakan karena kotak suara ini merupakan logistik penting Pilkada 2020,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI