KPU Sukoharjo Siapkan 1.353 PPDP

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 1.353 orang personel Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pemilu Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018. Petugas akan mendatangi langsung rumah warga yang masuk dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).

Komisioner KPU Sukoharjo Yulianto Sudrajat, Kamis (18/01/2018) mengatakan, coklit secara serentak akan mulai dilaksanakan pada 20 Januari sampai 18 Februari mendatang. Coklit wajib dilakukan untuk memastikan jumlah data pemilih Pilgub Jawa Tengah 2018.

Untuk melakukan coklit KPU Sukoharjo sudah menyiapkan sebanyak 1.353 orang personel PPDP. Mereka akan disebar disemua wilayah di Sukoharjo.

KPU Sukoharjo juga telah menyiapkan sebanyak 60 orang personel Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan 501 orang personel Panitia Pemungutan Suara (PPS). Seluruh personel tersebut sudah siap dan tinggal menjalankan tugas.

“Coklit akan dilakukan petugas dengan mendatangi langsung rumah warga yang masuk dalam DP4. Cara tersebut dilakukan agar menghasilkan data valid,” ujar Yulianto Sudrajat.

Pada hari pertama pelaksanaan coklit nantinya petugas akan lebih dulu menyasar ke pemilih yang merupakan pejabat atau tokoh. Mereka seperti Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi, Ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto dan lainnya.

“Rencananya pada hari pertama coklit 20 Januari nanti petugas akan mendatangi pemilih kesejumlah tokoh seperti Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Sukoharjo dan lainnya,” lanjutnya.

Sasaran secara keseluruhan coklit oleh petugas yakni kepada 2.830 Kepala Keluarga (KK). Mereka tersebar di 167 desa dan kelurahan di 12 kecamatan. “Untuk jumlah KK itu, tapi hasil sinkronisasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilu terakhir di Sukoharjo sebanyak 69.415 orang. Itu data dulu dan kemungkinan berubah menunggu hasil coklit,” lanjutnya.

Ketua KPU Sukoharjo Kuswanto menambahkan, pada masa pelaksanaan coklit sasarannya tidak hanya mendata. Namun petugas saat mendatangi rumah warga atau pemilih juga sekaligus melakukan sosialisasi pelaksanaan Pilgub Jawa Tengah 2018.

Setelah mendatangi rumah warga dan melakukan pendataan petugas juga memberikan stiker sebagai bukti telah dilakukan coklit.

“Terpenting sosialisasi. Warga atau pemilih harus tahu jadwal Pilgub Jawa Tengah 2018. Itu dilakukan agar mereka ikut memilih,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI