KPU Sukoharjo Soroti Daftar Pemilih Pilkada 2020

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo soroti masalah daftar pemilih pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang. Hal tersebut disebabkan karena pada pemilu 2019 kemarin muncul masalah berkaitan dengan daftar pemilih. Masalah diharapkan tidak terjadi lagi tahun depan karena sudah diantisipasi dari sekarang.

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda, Jumat (02/08/2019) mengatakan, pelaksanaan Pilkada 2020 memang masih jauh karena akan digelar tahun depan. Namun KPU Sukoharjo sejak jauh hari melakukan antisipasi munculnya masalah. Salah satunya berkaitan dengan keberadaan daftar pemilih. Sorotan tersebut dilakukan setelah petugas mengevaluasi pelaksanaan Pemilu 2019.

Proses tahapan pemutakhiran data pemilih menjadi prioritas bagi KPU Sukoharjo untuk menghindarkan masalah. Dengan demikian maka data pemilih yang dihasilkan bisa valid. Pada pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang, KPU Sukoharjo memperkirakan ada kenaikan data pemilih berasal dari pemilih pemula.

Pendataan pemilih pada pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang akan dipastikan terlebih dahulu masuk dalam data resmi. Pada proses pendataan nantinya juga akan diperketat agar jangan sampai ada pemilih tercecer.

“Data pemilih harus dipastikan valid karena sebagai dasar pemilih bisa menggunakan hak pilihnya saat Pilkada 2020 mendatang. Petugas juga akan memperketat proses agar jangan sampai ada pemilih tercecer atau belum masuk data,” ujarnya.

Pemilih tercecer jelas menjadi catatan serius bagi KPU Sukoharjo dalam mempersiapkan Pilkada 2020. Sebab kunci utama pemilih yakni sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Soal data pemilih KPU Sukoharjo juga masih menunggu Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sukoharjo,” lanjutnya.

DP4 menjadi rujukan utama sebagai dasar penentuan pemilih Pilkada 2020. Data itu nantinya akan dicocokan dan diteliti kembali oleh petugas dalam menentukan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

“Masyarakat juga kami minta aktif pada saat proses tahapan pendaftaran atau pencocokan dan penelitian data pemilih untuk melapor ke petugas apabila masuk dalam pendataan,” lanjutnya.

Sementara itu pada pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang kemungkinan besar akan menggunakan sebanyak 1.375 tempat pemungutan suara (TPS). Satu TPS nanti akan digunakan untuk 500 orang pemilih. (Mam)

BERITA REKOMENDASI