KPU Sukoharjo Terima Logistik Pilkada 2020

SUKOHARJO (KRjogja.com), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo sudah menerima sejumlah kebutuhan logistik Pilkada 2020. Kebutuhan yang masih ditunggu yakni surat suara mengingat sekarang masih dalam proses.

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda, Minggu (22/11), mengatakan, KPU Sukoharjo sudah menerima sejumlah kebutuhan logistik Pilkada 2020. Barang yang sudah diterima terseb seperti, bilik, kotak suara, tinta, ka ties, segel, stiker, label kotak, tisu towel, face shield, hand sanitizer, sarung tangan plastik. Selain itu logistik yang diterima dalam bentuk alat pelindung diri (APD) seperti ember dan kran, disinfektan, masker kain dua lapos, sprayer botol dan hand soap.

 

Kebutuhan logistik Pilkada 2020 tersebut diterima KPU Sukoharjo secara bertahap. Semua barang tersebut semua sudah dalam kondisi tersimpan aman dan siap digunakan saat coblosan 9 Desember mendatang.

 

KPU Sukoharjo masih menunggu sejumlah kebutuhan logistik lain yang belum terpenuhi. Salah satunya surat suara yang masih dalam proses persiapan berupa pencetakan. Total kebutuhan surat suara dalam Pilkada 2020 Sukoharjo sebanyak 677.863 lembar.

 

“Kebutuhan logistik Pilkada 2020 beberapa diantaranya sudah terpenuhi setelah diterima KPU Sukoharjo. Tapi masih ada yang belum seperti surat suara dan segera dikirim,” ujarnya.

 

Pada pelaksanaan Pilkada 2020 kali ini KPU Sukoharjo menggelar pemilu secara berbeda dibanding sebelumnya. Sebab kondisi sekarang masih pandemi virus corona dimana dibutuhkan persiapan khusus berkaitan dengan usaha menjaga kesehatan. Hal ini berdampak pada pemenuhan kebutuhan logistik yang ikut mengalami perbedaan.

 

“Dalam pemilu sebelumnya saat normal tidak memerlukan logistik khusus seperti saat ini ada pandemi virus corona. Karena itu APD semisal masker, hand sanitizer dan lainnya harus tersedia saat Pilkada 2020 digelar,” lanjutnya.

 

Nuril mengatakan, kebutuhan logistik nanti setelah terpenuhi maka bisa menunjang pelaksanaan Pilkada 2020. Disisi lain juga menjadi jaminan tidak terjadinya penularan virus corona saat pencoblosan digelar di masing masing tempat pemungutan suara (TPS).

 

“Masyarakat umum, pemilih, panitia atau petugas terkait juga diminta mematuhi protokol kesehatan secara ketat sebagai usaha mencegah penyebaran virus corona,” lanjutnya.

 

Anggota KPU Sukoharjo Suci Handayani, mengatakan, KPU Sukoharjo mulai melakukan pengesetan kotak suara pada Rabu (18/11) dan mampu diselesaikan sehari berikutnya pada Kamis (19/11) malam. Setelah selesai, kotak suara tersebut disimpan dengan penjagaan ketat petugas.

 

Kotak suara tersebut menjadi kebutuhan logistik penting saat penyelenggaraan Pilkada. TPS yang nantinya akan dipakai saat pemilu digelar dipastikan akan mendapat kotak suara sesuai dengan kebutuhan.

 

“Pengesetan kotak suara sudah selesai dan sementara disimpan dulu menunggu jadwal nanti akan didistribusikan ke TPS tingkat kecamatan dan desa atau kelurahan,” ujarnya.

 

Suci mengatakan, persiapan pemenuhan kebutuhan logistik Pilkada 2020 sudah mulai dikerjakan KPU Sukoharjo. Salah satu yang sedang berjalan yakni pengesetan kotak suara. Pengerjaan dilakukan di Gedung Graha Mulia atau samping kantor KPU Sukoharjo. Tempat tersebut dipilih karena dianggap layak baik sisi bangunan luas dan tertutup rapat serta terlindungi dari hujan.

 

Petugas melakukan pengawasan ketat ditempat pengesetan kotak suara dan penyimpanan logistik Pilkada 2020. Sebab ada banyak logistik tersimpan dan harus dipastikan aman hingga digunakan saat pemilu digelar.

 

KPU Sukoharjo melakukan pengesetan kotak suara Pilkada 2020 dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona. Petugas yang akan melaksanakan pengesetan kotak suara wajib mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker dan jaga jarak. Selain itu juga dicek suhu tubuhnya untuk memastikan kondisi sehat saat bekerja. (Mam)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI