KPU Sukoharjo Umumkan DPS, Masyarakat Harus Aktif Cermati

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018 diumumkan serentak dengan cara ditempel disemua balai desa dan kantor kelurahan. Data diperlihatkan secara langsung untuk diketahui masyarakat. Apabila ada kekeliruan atau kekurangan data maka akan dilakukan perbaikan.

Komisioner KPU Sukoharjo Ahmad Muladi, Minggu (25/3/2018) mengatakan, pengumuman dilakukan serentak pada Sabtu (24/3/2018). KPU Sukoharjo menempelkan DPS disemua balai desa dan kantor kelurahan disemua kecamatan. Petugas sebelum melakukan penempelan DPS juga telah menginformasikan pada masyarakat. Selanjutnya diharapkan masyarakat bisa melihat secara langsung data apakah mereka sudah masuk sebagai pemilih Pilgub Jawa Tengah 2018 atau belum. DPS yang diumumkan KPU Sukoharjo dengan cara ditempelkan di balai desa dan kantor kelurahan merupakan hasil rapat pleno. Data itu dipakai karena sudah ditetapkan dan diketahui oleh semua pihak.

KPU Sukoharjo juga meminta kepada petugas ditingkat desa dan kelurahan untuk aktif. Mereka harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat berkaitan dengan pengumuman DPS.
“Setelah DPS diumumkan maka pada 27 Maret nanti akan dilakukan uji publik serentak disemua desa dan kelurahan,” ujar Ahmad Muladi.

Uji publik dilakukan KPU Sukoharjo dengan mengambil sampel tiga pemilih di tempat pemungutan suara (TPS). Cara tersebut dilakukan untuk mengetahui keakuratan data pemilih. Petugas akan mengambil sampel pemilih secara acak dengan mengacu pada DPS. Apabila pemilih tersebut sudah benar sesuai data DPS maka tidak masalah, namun masalah muncul apabila ada kekeliruan harus segera dilakukan perbaikan.

Proses uji publik direncanakan akan dilaksanakan maksimal sampai 2 April. Apabila ada temuan kekeliruan data maka akan dipakai sebagai bahan perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Komisioner KPU Sukoharjo Nuril Huda menambahkan, KPU Sukoharjo sudah menetapkan DPS dalam rapat pleno bersama Kamis (15/3/2018). Dalam penetapan tersebut diketahui hasil ada penurunan jumlah DPS dibandingkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sebanyak 32.732 orang.

Sesuai data DP4 diketahui ada 690.415 orang sedangkan dalam DPS saat digelar rapat pleno 657.683 orang atau menurun 32.732 orang. Data tersebut diketahui setelah dilakukan proses panjang oleh petugas dengan melakukan pendataan langsung ke lapangan.

Petugas mendatangi rumah warga yang masuk dalam data pemilih. Setelah dilakukan pencocokan dan penelitan diketahui hasilnya seperti dalam data yang sudah diplenokan KPU Sukoharjo.

“Sebelum diplenokan data ini sudah melalui serangkaian proses. Data dipastikan sudah diketahui semua pihak terkait seperti KPU, Panwaskab dan Panwascam, PPK dan PPS, tim sukses Pilgub dan Partai Politik (Parpol),” ujar Nuril Huda.

DPS meski sudah diplenokan bukan berarti akan dipakai sepenuhnya dalam pelaksanaan Pilgub Jawa Tengah 2018. Sebab setelah ini masih ada tahapan lain sampai ditetapkan menjadi DPT.

Sementara itu data dari KPU Sukoharjo diketahui jumlah pemilih di Kecamatan Baki  sebanyak 49.863 orang,  Kecamatan Bendosari 47.919 orang, Kecamatan Bulu 28.706 orang, Kecamatan Gatak 38.058 orang, Kecamatan Grogol 86.340 orang, Kecamatan Kartasura 75.132 orang, Kecamatan Mojalaban 65.197 orang, Kecamatan Nguter 44.396 orang, Kecamatan Polokarto 63.414 orang, Kecamatan Sukoharjo 69.198 orang, Kecamatan Tawangsari 43.114 orang, Kecamatan Weru 46.346 orang. Sedangkan untuk jumlah tempat pemungutan suara (TPS) ada 1.353 buah tersebar di 167 desa dan kelurahan di 12 kecamatan.(Mam)

BERITA REKOMENDASI