KTNA dan APTI Klaten Dapat Hibah dari Pemkab

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Klaten dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Klaten mendapatkan bantuan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Klaten. Besaran bantuan hibah masing-masing Rp 200 juta untuk KTNA dan Rp 250 juta untuk APTI.

“Terimakasih ibu bupati yang pada kesempatan ini kami mendapatkan hibah. Hari ini sudah masuk di rekening KTNA Klaten dan APTI Klaten,” ujar Ketua KTNA Kabupaten Klaten, Wening Swasana, dalam sambutan acara Panen Tembakau Bersama Petani dengan Bupati Klaten di Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Klaten, Rabu (16/09/2020).

Adanya bantuan tersebut, lanjut Wening, diharapkan dapat digunakan untuk mendukung kegiatan organisasi seperti peningkatan produksi sehingga kesejahteraan petani bisa lebih meningkat. Sesuai dengan visi Kabupaten Klaten yakni Maju Mandiri dan Berdaya Saing.

“Namun bu, kami mohon, bahwa petani saat ini sedang menghadapi persoalan, pertama soal kelangkaan pupuk dan persoalan dengan kartu tani. Kami mohon kartu tani di Klaten bisa segera selesai, kalau nanti tahun 2021 pengadaan pupuk melalui kartu tani. Kami berharap ada arahan dari ibu bupati agar pengadaan pupuk tidak menyulitkan petani,” ujarnya.

Persoalan kedua yang dihadapi petani, sambung Wening, yakni harga produksi hasil tani merosot. Sehingga merugikan petani. Dicontohkan, satu bulan terakhir ini petani panen, namun tomat dan terong di sawah harga hanya Rp 500. Begitu juga dengan sayur-sayuran juga sangat rendah.

“Petani sangat terpuruk secara ekonomi. Tapi yang dibantu kok malah UMKM. Petani sendiri belum mendapatkan bantuan, padahal petani sama-sama juga korban Covid-19. Kami berharap nanti ada strategi dari Pemerintah Kabupaten Klaten bagaimana petani ini juga diperhatikan. Kami berdoa, karena ibu ini sedang berkompetisi semoga tetap sehat, insya Allah masih tetap diberikan kesempatan memimpin Klaten. Sehingga kami berharap petani tolong diperhatikan,” ungkapnya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan, petani di Kabupaten Klaten ada 78.429 petani. Untuk subsidi pupuk kimia, usulan Pemerintah Kabupaten Klaten ke Pemerintah Pusat pada tahun 2019 ada Rp 75 miliar dan tahun 2020 ada Rp 60 miliar. Kuota pupuk ada di pemerintah pusat. Kemudian untuk pupuk organik cair diusulkan Rp 2,1 miliar, benih padi Rp 3,1 miliar, dan jagung Rp 2,6 miliar.

Terkait dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2019 ada Rp 15 miliar dan tahun 2020 ada Rp 14 miliar. Selain itu, program kegiatan Pemerintahan Kabupaten Klaten mendistribusikan ternak domba sebesar Rp 625 juta, membangun jaringan irigasi ada Rp 2,6 miliar.

Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) juga telah menyalurkan roda tiga untuk pascapanen tembakau sejumlah 27 unit dengan nilai harga Rp 725 juta. Selanjutnya ada rumah pangan lestari Rp 1,5 miliar, rumah pengering tembakau 15 unit, dan optimalisasi pekarangan ada 21 unit.

“Saya sudah berjuang untuk kesejahteraan petani di Kabupaten Klaten. Untuk yang lainnya saya juga meminta bantuan ke DPR RI agar tahun 2021 apa yang menjadi kebutuhan petani di Klaten bisa terpihaki. Semua program pertanian di Kabupaten Klaten sangat saya dukung, terutama bahwa saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19. Saya sudah memanggil dinas pertanian agar membantu petani,” ujarnya. (Lia)

BERITA REKOMENDASI