Kuota Bertambah, Jumlah Kematian Jamaah Haji Meningkat

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Jumlah angka kematian jamaah haji tahun ini lebih tinggi pada tahun sebelumnya. Hal itu dimungkinkan karena jumlah jamaah yang diberangkatkan tahun ini lebih banyak setelah ada normalisasi kuota jamaah asal Indonesia.

Pengelola Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Sarno Dwiantoro, Minggu (10/9/2017) menjelaskan, berdasar informasi terakhir, jumlah jamaah haji yang meninggal sampai saat ini sebanyak 55 jamaah haji. Jumlah kematian tersebut bisa saja meningkat, sebab saat ini proses pemulangan baru sebanyak 10 kloter dari 95 kloter dan prosesi ibadah hajidi tanah suci  masih berlangsung. Sementara tahun lalu, total jumlah jamaah yang meninggal hingga pemulangan kloter terakhir sebanyak 53 jamaah saja.

Ia memperkirakan, adanya peningkatan jumlah jamaah yang meninggal ‎karena jumlah jamaah yang diberangkatkan musim haji sekarang lebih banyak dari tahun sebelumnya. Tahun ini, jamaah yang diberangkatkan sebanyak 34.112 jamaah, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 26 ribu jamaah saja. Namun ia memastikan, prosedur pemeriksaan dan kelayakan kesehatan kali ini sudah lebih baik, dimana penetapan kelayakan kesehatan ditetapkan di daerah sehingga yang berangkat adalah yang benar-benar siap diberangkatkan.  "Terkait angka kematian yang meningkat, itu mungkin karena jumlah jamaah yang berangkat juga lebih banyak dari tahun sebelumnya," kata Sarno.

Dilihat dari penyebab kematian, penyakit jantung menjadi urutan pertama ‎kematian jamaah diikuti penyakit gangguan saluran pernafasan, dimana penyakit tersebut muncul karena faktor kelelahan yang diderita para jamaah. Kematian juga banyak terjadi setelah jamaah menjalani prosesi Armina yang menguras fisik jamaah, padahal sebanyak 55 persen hingga 60 persen jamaah masuk kategori resiko tinggi sehingga rentan menderita kelelahan. Untuk itu, ia mengimbau agar para jamaah untuk tak memaksakan diri bila kondisi fisik dirasa tak memungkinkan. "Faktor cuaca yang  yang ekstrim juga menjadi pemicu serangan. Kalau untuk laporan kecelakaan, misal ada yang terjatuh dan mengalami fraktur pada kaki. Tapi tak ada laporan jamaah yang meninggal karena kecelakaan,"

‎Sementara itu, berdasar data dari pusat informasi haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo, hingga Minggu (10/9/2017), jumlah jamaah yang meninggal sebanyak 55 jamaah, dimana ada satu jamaah meninggal di Asrama Haji Donohudan, sesaat sebelum pemberangkatan, 49 jamaah meninggal di Mekkah, dan 5 jamaah di Madinah. Dari jumlah jamaah yang meninggal tersebut, sebanyak 52 jamaah dari berbagai Kota di Jawa tengah, diantaranya jamaah dari Kabupaten Tegal sebanyak 5 jamaah, Banjarnegara dan Magelang masing-masing 4 jamaah, serta dari Brebes, Pekalongan, Grobogan dan Wonosobo masing-masing 3 jamaah. Sementara jamaah asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang meninggal ada tiga jamaah, semuanya berasal dari Kabupaten Sleman. (Gal)

BERITA REKOMENDASI