Kuota Elpiji 3 Kilogram Sukoharjo Tambah 2,4 Persen

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kuota elpiji 3 kilogram untuk Kabupaten Sukoharjo selama Desember mengalami kenaikan 2,4 persen. Apabila sebelumnya pada November kuota yang didapat hanya 773.960 tabung maka Desember naik menjadi 792.760 tabung.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Rabu (06/12/2017) mengatakan, pihaknya sudah mengajukan tambahan pasokan elpiji 3 kilogram pada PT Pertamina. Permintaan tersebut dikabulkan dan mulai didistribusikan per 1 Desember.

Permintaan kenaikan dilakukan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo karena melihat adanya kenaikan kebutuhan. Sebab selama Desember ini ada Hari Natal dan Tahun Baru 2018. Disaat ini kebutuhan masyaraka menggunakan elpiji 3 kilogram naik cukup tinggi. “Sudah ada kenaikan elpiji 3 kilogram khusus untuk Desember di Sukoharjo sebesar 2,4 persen,” ujar Sutarmo.

Kenaikan pasokan elpiji 3 kilogram diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebab sebelumnya muncul keluhan kelangkaan gas. Hal tersebut terjadi salah satunya karena adanya kenaikan kebutuhan. Selain itu juga diduga karena penggunaan elpiji 3 kilogram tidak tepat sasaran.

Elpiji 3 kilogram yang seharusnya sesuai aturan dipakai untuk masyarakat miskin justru digunakan oleh kalangan menengah ke atas. Hal tersebut sesuai dengan pengakuan sejumlah pengecer yang ditemui petugas.

“Pengawasan penggunaan elpiji 3 kilogram tetap dilakukan secara ketat dengan melibatkan petugas gabungan. Tujuanya agar penggunaan tepat sasaran,” lanjutnya.

Pengawasan juga dilakukan petugas berkaitan dengan harga jual di pasaran. Masyarakat harus menerima elpiji 3 kilogram sesuai dengan ketentuan harga dari pemerintah.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, elpiji merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi. Karena itu gas 3 kilogram harus terpenuhi khususnya untuk masyarakat miskin.

Pengajuan penambahan elpiji 3 kilogram sudah sepengetahuan Pemkab Sukoharjo diajukan ke PT Pertamina. Setelah ada tambahan pasokan diharapkan tidak lagi ada gejolak di masyarakat khususnya berkaitan dengan stok barang maupun harga jual.

“Kebutuhan elpiji 3 kilogram untuk masyarakat harus dipenuhi. Jangan sampai terjadi kelangkaan berkepanjangan karena sangat meresahkan,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo sendiri sudah memberlakukan larangan kepada Aparatu Sipil Negara (ASN) menggunakan elpiji 3 kilogram. Para ASN wajib menggunakan gas diluar kemasan 3 kilogram yakni 5,5 kilogram dan 12 kilogram. “ASN ini merupakan golongan mampu dan sesuai aturan pemerintah dilarang menggunakan elpiji 3 kilogram,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI