Kurangi Polusi Udara, Pemkab Sukoharjo Dorong Desa Buka CFD

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemerintah desa diharapkan bisa mampu membantu menjaga lingkungan dengan mengajak warga mengurangi penggunaan kendaraan bermotor untuk menciptakan udara bersih. Salah satu yang dilakukan yakni dengan membuka dan menggelar car free day (CFD) di masing masing desa. Kegiatan juga dimaksudkan untuk menjaga lingkungan sehat. 

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Minggu (2/2/2020) mengatakan, mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor yang berdampak pada pemanasan global tidak hanya menjadi tanggungjawab Pemkab Sukoharjo saja, namun juga ditingkat bawah seperti pemerintah desa. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dan sudah berjalan seperti menggerakan program penghijauan dan membuka CFD disejumlah titik ruas jalan. 

Hal serupa juga diharapkan bisa dilakukan oleh pemerintah desa di wilayahnya masing masing. CFD digelar di desa sangat membantu dalam mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor. Sebab penggunaan kendaraan bermotor bisa ditekan dengan mengajak masyarakat berolahraga bersama di arena CFD. 

“Seperti dilakukan Pemerintah Desa Purbayan, Kecamatan Baki dimana mampu membuka CFD dan mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan olahraga bersama dan menikmati potensi desa,” ujarnya. 

Pemkab Sukoharjo mendorong pemerintah desa segera menerapkan CFD setidaknya satu titik sebagai langkah ujicoba. Selanjutnya apabila berjalan lancar maka bisa ditambah di titik lainnya. 

“CFD sebagai salah satu cara mengurangi ketergantungan menggunakan kendaraan bermotor dan bertujuan mengurangi polusi udara dari emisi gas buang. Dengan demikian maka udara menjadi bersih dan sehat,” lanjutnya. 

Kepala Desa Purbayan, Kecamatan Baki Budi Sriyanto mengatakan, CFD untuk kali pertama dibuka dan digunakan masyarakat. Jalur yang dipilih yakni di depan Gedung Graha Purbawijaya. Jalan tersebut setiap hari minggu pagi khusus digunakan untuk jalan kaki dan dilarang bagi kendaraan bermotor. 

Penerapan CFD oleh Pemerintah Desa Purbayan, Kecamatan Baki mendapat dukungan penuh masyarakat. Sebab CFD sangat dibutuhkan sebagai salah satu ruang publik bagi masyarakat melakukan aktifitas olahraga tanpa terganggu polusi udara. 

“Kedepan CFD ini akan terus kami kembangkan. Untuk sementara dipakai olahraga dan ruang publik bagi masyarakat. Kami pemerintah desa mendukung penuh program lingkungan bersih dan sehat salah satunya mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI