Lagi, Siswa Bolos Sekolah Terjaring Razia

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Lagi, puluhan siswa ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo karena kedapatan bolos sekolah. Setelah pekan lalu menangkap 34 orang maka dalam penertiban sekarang petugas mengamankan 27 orang siswa berkeliaran diluar sekolah pada saat jam belajar di wilayah Kecamatan Sukoharjo Kota dan Kecamatan Kartasura. Siswa yang tertangkap mendapatkan pembinaan dan membuat surat pernyataan sebelum dibebaskan.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Kamis (7/2/2019) mengatakan, penertiban terhadap ketertiban umum kembali dilakukan dengan target sasaran siswa bolos sekolah. Mereka dipilih karena masih banyak informasi dari masyarakat yang sering menemukan siswa nongkrong atau berkeliaran diluar sekolah disejumlah tempat saat jam pelajaran. Temuan tersebut didapati seperti di pinggir jalan maupun dipusat keramaian. Mereka saat bolos juga masih mengenakan seragam sekolah.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Satpol PP Sukoharjo dengan menerjunkan petugas melakukan patroli keliling disejumlah wilayah baik di perkotaan maupun pinggiran wilayah perbatasan. Seperti dilakukan pada Kamis (7/2/2019) pagi hingga petang, petugas menyisir wilayah tengah kota di Kecamatan Sukoharjo Kota. Petugas disebar dibeberapa tempat seperti di wilayah Kelurahan Sukoharjo Kota, Jetis dan Gayam.

Sasaran yang dituju seperti di Alun Alun Satya Negara, warung pinggir jalan, tempat permainan dan hiburan. Dilokasi tersebut petugas mendapati siswa bolos masih mengenakan seragam sekolah. Mereka saat dilakukan penertiban tidak bisa mengelak karena berkeliaran saat masih jam pelajaran.

Penertiban juga dilakukan petugas Satpol PP Sukoharjo di wilayah pinggiran perbatasan di Kecamatan Kartasura. Lokasi yang dituju yakni di Desa Makamhaji karena berbatasan dengan Kota Solo. 

Hasil penertiban Satpol PP Sukoharjo didapati sebanyak 27 orang siswa bolos sekolah. Mereka kemudian dibawa petugas ke kantor Satpol PP Sukoharjo untuk didata dan membuat surat pernyataan. Terakhir para siswa mendapatkan pembinaan agar mengetahui kesalahannya dan tidak lagi melanggat aturan dikemudian hari.

"Para siswa harus disadarkan tentang kerja keras orang tua yang mencari nafkah agar anaknya bisa sekolah. Perbuatan siswa bolos sekolah jelas tidak benar dan harus disesali sehingga kedepan tidak akan mengulangi lagi. Siswa juga mendapatkan pembinaan soal ketertiban umum dengan tidak berkeliaran di luar sekolah saat jam pelajaran," ujarnya.

Pada saat pembinaan Satpol PP Sukoharjo juga memanggil guru tempat sekolah asal siswa bolos. Hal itu sebagai bentuk informasi agar kedepan pihak sekolah juga ikut membantu membina anak didiknya supaya tidak lagi bolos.

"Penertiban akan terus kami lakukan setidaknya seminggu sekali dengan menerjunkan petugas patroli disejumlah wilayah," lanjutnya.

Satpol PP Sukoharjo juga meminta peran aktif masyarakat dalam membantu pengawasan lingkungan. Apabila menemukan siswa bolos sekolah maka bisa langsung melaporkannya pada petugas. 

"Pengelola atau pemilik tempat hiburan atau arena permainan juga diminta untuk aktif membantu pengawasan dengan tidak menerima atau mengizinkan siswa bolos sekolah ditempat mereka pada saat jam pelajaran," lanjutnya.

Heru menegaskan, para siswa wajib harus mengenyam pendidikan dengan tetap berada di dalam sekolah saat jam pelajaran. Terlebih lagi sekarang siswa kelas akhir akan menghadapi Ujian Nasional (UN). (Mam)

BERITA REKOMENDASI