Lahan Terdampak Proyek Tol Mulai Diratakan

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Setelah proses di pengadilan selesai, sebanyak 31 bidang tanah di Desa Kiringan, Boyolali Kota, yang terdampak proyek tol Semarang – Solo, dieksekusi, Selasa (19/09/2017). Sebelumnya, pemilik lahan menolak ganti rugi sehingga pembebasan lahan mesti dilakukan melalui konsinyasi atau penitipan uang ganti rugi di Pengadilan Negeri Boyolali.

Proses eksekusi yang dilakukan berlangsung lancar dengan dikawal petugas dari Polres Boyolali serta sejumlah anggota TNI dan ditonton ratusan warga sekitar. Dari 31 bidang tanah tersebut, terdapat delapan rumah.

Empat pemilik rumah sudah menyatakan menerima uang ganti rugi, sehari sebelum proses eksekusi. Namun hanya satu rumah saja yang dibongkar, karena sudah dikosongkan oleh pemiliknya. Sementara untuk rumah lain, pemilik meminta dispensasi waktu untuk memindahkan berbagai isi rumah dan mencari hunian baru.

Eko Purwanti (50) salah satu warga terdampak mengatakan, ia meminta dispensasi untuk pengosongan karena rumah barunya masih dalam proses pembangunan. Namun sedari awal, ia menolak ganti rugi karena nilai yang ditawarkan dinilainya terlalu rendah, yakni sebesar Rp545 ribu/meter persegi. Sedang harga pasaran lahannya yang berada di pinggir jalan saat ini paling rendah nilainya Rp700 ribu/meter persegi.

Terlebih, lahannya yang dibebaskan menurutnya juga tak sesuai penghitungan. Sebab dari lahannya seluas 889 meter persegi, namun hanya dinyatakan seluas 881 meter persegi saja. Namun apa daya, sehari sebelum eksekusi, ia akhirnya menerima tawaran tersebut. "Tak ada pilihan lain," tuturnya.

Sementara itu, Staf Bagian Hukum Panitia pembuat komitmen (PPK) Lahan, Qomaruzzaman menjelaskan,  sejak Perpres Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dirubah menjadi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 148 Tahun 2015, proses pembebasan lahan saat ini menjadi lebih cepat sebab bila ada penolakan, mekanisme dilakukan melalui konsinyasi. Pihaknya hanya membayarkan uang ganti rugi saja, sedangkan penentuan harga atau nilai lahan dilakukan oleh tim appraisal atau tim penaksir.

Selain di Desa Kiringan, masih ada 30 bidang lahan yang akan dieksekusi untuk kepentingan tol Semarang – Solo. Bidang lahan tersebut tersebar di berbagai desa di wilayah Boyolali Kota, yakni di Desa Mudal, Methuk, dan Karanggeneng. "Untuk yang lain akan menyusul nanti," jelasnya. (Gal)

BERITA REKOMENDASI