Langka Pasokan Dari Petani, Harga Cabai Melambung

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI (KRjogja.com) – Tingginya intensitas hujan membuat pasokan cabai dari petani berkurang sehingga harga komoditas cabai melambung beberapa waktu belakangan ini.

Hariyanto (47), salah satu petani di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo mengatakan, biasanya, setelah musim panen tembakau, banyak petani yang beralih menanam cabai. Namun intensitas hujan yang saat ini masih tinggi membuat petani berpikir ulang untuk menanam cabai yang sangat rentan rusak bila kadar air terlalu tinggi. Selain rentan busuk, hujan juga banyak memicu serangan hama pada tanaman cabai, misal hama patek.

Meski harga cabai saat ini cukup tinggi, ia enggan untuk menanam cabai sebab resiko kerugian yang ditanggung cukup tinggi. Sembari melihat kondisi perubahan cuaca, saat ini petani yang memilih tanaman sayur lain yang tahan terhadap hujan, semisal tomat, sawi, atau kubis.

“Bila bisa panen harganya saat ini memang cukup tinggi. Tapi menanam cabai pada kondisi sekarang potensi gagal panennya juga sangat tinggi,” terangnya, Kamis (3/11).

Ketua Kelompok Tani Utomo Desa Gedangan, Cepogo, Widodo menambahkan, dampak dari sedikitnya pasokan dari petani membuat harga cabai di pasaran melonjak. Di tingkat petani saja, harga cabai keriting merah saat ini mencapai Rp 51.000 hingga Rp 52.000/kilogram. Sementara di tingkat pasar harganya sudah mencapai Rp 55.000/kilogram. Sedang harga cabai rawit di tingkat petani saat ini berkisar Rp40.000 – Rp43.000/kilogram.

“Harganya mungkin akan masih meningkat lagi,” katanya.

Sementara itu dilansir dari panganboyolali.info yang dikelola Pemkab Boyolali untuk menginformasikan harga pangan strategis, harga rata-rata cabai rawit saat ini di sejumlah pasar tradisional di Boyolali saat ini sebesar Rp 38.500/kilogram, sedang harga cabai merah sudah mencapai Rp 72.600/kilogram. (R-11)

 

BERITA REKOMENDASI