Lebaran di Tengah Pandemi, Hijab Anti Corona asal Klaten ‘Laris Manis’

KLATEN, KRJOGJA.com – Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020, permintaan hijab mulai meningkat. Namun berbeda pada biasanya, hijab yang diminta pasar yakni berstandar aman sesuai situasi di tengah pandemi Covid-19.

Seperti di industri rumahan Sinta Hijab di Dukuh Padan, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Pada masa pandemi, harus berinovasi guna mempertahankan jalannya usaha. Setelah masker, kini memproduksi hijab anti Corona. “Hijab anti Corona ini dilengkapi masker. Sesuai standar kesehatan. Multi fungsi sekaligus melindungi diri dari virus Corona,” ujar Owner Sinta Hijab, Lusinta Agustina, Selasa (12/5/2020).

Menurut Lusinta, momen Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada biasanya permintaan pasar pada jenis baju gamis dan aneka hijab biasa, namun tahun ini permintaan cenderung banyak pada hijab anti Corona. “Permintaan pasar untuk hijab anti Corona dari berbagai daerah di Indonesia. Saat ini masih proses produksi untuk memenuhi pesanan,” ujarnya.

Di sisi lain, guna mengejar produksi, Sinta Hijab dibantu penjahit yang kebanyakan mantan karyawan pabrik yang dirumahkan akibat imbas Covid-19. Setidaknya sudah ada sekitar 83 karyawan eks pabrik saat ini bergabung.

“Saya menampung karyawan eks pabrik ini sejak ada pandemi Corona. Awalnya ada 60-an eks karyawan pabrik, kini bertambah 23 eks karyawan pabrik. Tujuan saya menampung mereka untuk membantu agar mereka tetap mendapatkan penghasilan,” imbuh Lusinta.

Salah satu eks karyawan pabrik, Diana (22) warga Jatinom, Klaten, menuturkan, ia dirumahkan dari sebuah perusahaan di Boyolali sejak ada pandemi Covid-19. Namun ia bersyukur bisa ditampung di industri rumahan Sinta Hijab.

“Kemarin bingung mau kerja apa setelah dirumahkan. Alhamdulillah kini bisa kerja lagi sehingga bisa membantu ekonomi keluarga,” tuturnya. (Lia)

BERITA REKOMENDASI