Lelang Pembongkaran Gagal, Rencana Pembangunan Gedung Terancam Molor

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Rencana pembangunan gedung pertemuan baru di pusat kota oleh Pemkab Sukoharjo kemungkinan besar molor dari jadwal. Sebab proses lelang pembongkaran gedung Budisasono gagal terlaksana. Akibatnya terpaksa harus digelar lelang ulang. Selain itu pembongkaran bangunan lain seperti gedung lama DPRD Sukoharjo, Bank Pasar dan kios Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) juga belum jelas.

Kabid Aset Badan Keuangan Daerah (BKD) Sukoharjo Sujarwo, Minggu (26/1/2020) mengatakan, Pemkab Sukoharjo sudah melakukan proses lelang untuk pembongkaran bangunan lama dengan cara dirobohkan. Persiapan sudah dilakukan sejak Desember 2019 lalu. Lelang digelar pada 10 Januari 2020 kemarin dengan melibatkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Namun tahapan tersebut gagal terlaksana karena pihak pemborong membatalkan lelang senilai Rp 301 juta.

Kondisi tersebut membuat Pemkab Sukoharjo terpaksa harus secepatnya mempersiapkan dokumen untuk pelaksanaan lelang ulang. Diharapkan pada tahapan ini bisa berjalan lancar dan tidak lagi terjadi kegagalan. 

"Lelang pertama gagal dan akan dilakukan lelang kedua untuk pembongkaran atau perobohan gedung Budisasono. Selanjutnya akan digelar tahapan serupa pada bangunan lain sebelum dilaksanakan pembangunan gedung pertemuan baru," ujarnya.

Proses pembongkaran sengaja dilakukan pertama oleh Pemkab Sukoharjo terbadap gedung Budisasono. Sebab gedung tersebut sudah dalam kondisi kosong lebih dulu. Dengan kegagalan lelang tahap pertama maka secara otomatia berdampak pada jadwal berikutnya.

"Posisi sekarang gedung lama DPRD Sukoharjo sudah kosong. Tapi proses pemindahan barang ke gedung baru DPRD Sukoharjo masih dilakukan. Setelah semua selesai maka disana juga akan segera kami lelang untuk kegiatan pembongkaran atau perobohan gedung," lanjutnya.

Khusus untuk bangunan kantor Bank Pasar dan kios Pujasera sampai sekarang masih digunakan aktifitas. Karena itu akan dilakukan proses pemindahan semua aktifitas kegiatan terlebih dahulu. Pemkab Sukoharjo sendiri sudah menyiapkan tempat pemindahan tersebut.

Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bapelbangda Sukoharjo, Agus Purwantoro mengatakan, Pemkab Sukoharjo pada tahun 2020 memiliki program besar dibidang infrastruktur dengan membangun gedung pertemuan baru di pusat kota. Pembangunan masuk dalam skala prioritas untuk direalisasikan tahun ini. 

Lahan yang akan dipakai untuk pembangunan tersebut menggunakan tanah bekas gedung Budisasono dan gedung lama DPRD Sukoharjo. Semua bangunan tersebut akan dirobohkan dan dijadikan satu menjadi bangunan baru. 

Masing masing gedung tersebut sudah dalam kondisi kosong dan tidak difungsikan lagi. Dengan demikian maka rencana pembangunan tinggal dilaksanakan saja. 

"Pembangunan gedung pertemuan di pusat kota akan dikerjakan Pemkab Sukoharjo pada tahun 2020 ini. Persiapan terus dilakukan," ujarnya. 

Sebelum dilaksanakan pembangunan gedung pertemuan baru maka akan dilakukan pembongkaran dua gedung terlebih dahulu. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari pemusnahan aset untuk dibangun baru. 

Pemkab Sukoharjo untuk merealisasikan pembangunan gedung pertemuan baru sudah menyelesaikan pembuatan detail Enggineering Desain (DED). Dasar tersebut diselesaikan pada akhir tahun 2019 lalu. 

Kesiapan lainnya sedang dilakukan dari sisi pemenuhan kebutuhan anggaran sebesar Rp 52 miliar. Dana diambilkan dari APBD Sukoharjo 2020. 

"Dari sisi lahan sudah ada dan anggaran juga terpenuhi. Jadi tinggal menunggu realisasi saja," lanjutnya. 

Pemkab Sukoharjo sendiri berencana membangun gedung pertemuan baru dengan mengambil lokasi di pusat kota. Hal itu dilakukan mengingat Pemkab Sukoharjo belum memiliki gedung pertemuan di tengah kota. Kalaupun ada bangunan lama berupa gedung Budisasono dianggap masih kurang layak. 

"Dari sisi lokasi sangat strategis dan bisa mendatangkan pendapatan daerah bagi Pemkab Sukoharjo," lanjutnya. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, rencana membangun gedung pertemuan baru sudah lama dirancang Pemkab Sukoharjo. Realisasi akan dilakukan Pemkab Sukoharjo pada tahun 2020. 

Pemkab Sukoharjo menunjuk lahan tengah kota di bekas gedung Budisasono dan DPRD Sukoharjo. Anggaran juga telah disiapkan sebesar Rp 52 miliar. 

"Gedung itu berfungsi sebagai tempat pertemuan atau kegiatan bagi pemerintahan maupun masyarakat umum. Selain itu lahan disediakan untuk perluasan parkir tengah kota," ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI